Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dukung Program Sekolah Hijau, DP Karanganyar Bagi-Bagi Bibit Tanaman

Guna mendukung program sekolah hijau, Dewan Pendidikan (DP) Karanganyar membagikan bibit tanaman kepada SD dan SMP di empat kecamatan di Karanganyar.
SHARE
Dukung Program Sekolah Hijau, DP Karanganyar Bagi-Bagi Bibit Tanaman
SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak-anak (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dewan Pendidikan (DP) Karanganyar membagikan bibit tanaman kepada SD dan SMP di empat kecamatan di Karanganyar, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan upaya menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat. Pada tahap pertama ini, bibit diberikan kepada lima sekolah di masing-masing wilayah yakni Kecamatan Tasikmadu, Mojogedang, Matesih, dan Jumantono. Bibit tersebut adalah tanaman alpukat, jambu, nangka, dan matoa.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Baca Juga: Dewan Pendidikan Karanganyar Desak Disdikbud Lekas Regrouping SD, Ini Alasannya

Pejabat humas Dewan Pendidikan Karanganyar, Hartono, mengatakan kegiatan ini merupakan proyek pilot Green School (sekolah hijau) guna menumbuhkan cinta lingkungan yang hijau dan menghasilkan.

“Untuk penyediaan bibitnya Dewan Pendidikan bekerja sama dengan organisasi pensiunan Kehutanan, Penshutindo,” ujarnya, Sabtu (20/11/2021).

Ia menambahkan, penyerahan bibit dilakukan bersamaan dengan acara sosialisasi dan penguatan komite sekolah dengan adanya berbagai kebijakan baru Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Baca Juga: Dukung Mulok, Dewan Pendidikan Sragen: Kini Jarang Siswa Berbahasa Jawa

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Karanganyar, Cuk Soesilo mengatakan komite sekolah harus mampu menjalankan berbagai fungsinya. “Diperlukan pengertian dari setiap komite sekolah agar mampu menjalankan fungsinya sebagai advisory agency, supporting agency, controlling agency, serta mediator antara eksekutif dan legislatif dengan masyarakat dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan,” ujarnya.

Terlebih lebih dengan adanya empat program transformasi pendidikan Merdeka Belajar yang wajib dipahami seluruh stake holders pendidikan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode