Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dukung Persis Solo Melantai di Bursa Saham, Begini Komentar Direktur BEI

BEI menyambut baik dan siap mendukung PT Persis Solo Saestu (PSS) yang dikabarkan akan melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.
SHARE
Dukung Persis Solo Melantai di Bursa Saham, Begini Komentar Direktur BEI
SOLOPOS.COM - Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, Kaesang Pangarep (kedua dari kiri), Komisaris Utama, Kevin Nugroho (kedua dari kanan) dan Komisaris, Mahendra Agakhan Thohir (kanan) tengah bersiap mengikuti sesi perkenalan pemilik baru Persis di Stadion Manahan Solo, Sabtu (20/3/2021). (Solopos/Chrisna Chaniscara)

Solopos.com, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik dan siap mendukung PT Persis Solo Saestu (PSS) yang dikabarkan akan melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

"Informasi tentang rencana IPO dari Persis Solo merupakan kabar yang menggembirakan dan tentunya kami menyambut baik atas rencana tersebut. Kami dengan senang hati akan memberikan dukungan melalui diskusi dan sharing informasi mengenai IPO dan menjadi perusahaan tercatat di BEI," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Senin (29/3/2021) seperti dilansir Bisnis.com.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Manajemen Persis Solo resmi berganti kepemilikan kepada tiga nama, masing-masing Kaesang Pangarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho sebagai pemilik saham Persis Solo.

Baca Juga: Wahyu Tri Nugroho Dirumorkan Ke Persis Solo, Bagaimana Sikap Bhayangkara Solo FC?

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang memiliki 40 persen saham Persis, sementara Kevin 30 persen, dan Menteri BUMN Erick Thohir 20 persen dari total 90 persen saham PT PSS yang ditawarkan.

Sementara, sisa 10 persen masih untuk 26 klub internal. BEI sendiri mencatat, hingga 26 Maret 202, terdapat 24 pipeline saham dan belum terdapat klub bola di dalamnya.

"Kami berharap Persis Solo dan klub-klub sepak bola lainnya di Indonesia dapat segera menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI, sehingga memberikan kesempatan para supporter klub tersebut untuk ikut memiliki sahamnya," ujar Nyoman.

Baca Juga : Persis Solo Gelar Seleksi Pemain, MARS Usulkan Konsep Safari

Persiapan Komprehensif

Setelah Bali United (BOLA) menjadi perusahaan tercatat di bursa, beberapa klub sepak bola di Indonesia telah menunjukkan minat untuk dapat melakukan IPO dan memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk bertransformasi dan bertumbuh.

Hal tersebut terbukti dengan adanya satu klub sepak bola yang melakukan pendaftaran menjadi perusahaan tercatat ke bursa pada 2020. Namun, kondisi ekonomi dan pasar modal yang dinamis memberikan dampak diperlukannya persiapan yang lebih komprehensif untuk masuk ke pasar modal.

"Kami berharap seiring dengan kondisi pemulihan perekonomian dan pasar modal yang semakin kondusif tahun ini, serta adanya kemungkinan akan dimulainya kembali kompetisi liga sepak bola di Indonesia, maka rencana klub-klub sepak bola tersebut untuk menjadi perusahaan tercatat di BEI akan segera dapat terealisasi," kata Nyoman.

Baca Juga: Kilang Minyak Pertamina Di Balongan Indramayu Kebakaran, Apa Penyebabnya?

Menurut dia, sebagai perusahaan tercatat, manfaat yang didapatkan perusahaan tidak hanya terbatas pada pendanaan segar saat IPO, klub sepak bola yang sudah tercatat dapat menerbitkan sahamnya kembali kepada publik melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sehingga dengan melalui pasar modal klub sepak bola dapat memperoleh pendanaan yang berkelanjutan.

"Jika memiliki porsi kepemilikan publik lebih dari 40 persen, klub bola akan mendapat insentif penurunan tarif pajak PPh Badan sebesar 3 persen. Ketika perusahaan menjadi public listed company, exposure atas klub sepak bola tersebut tentu akan meningkat karena semakin banyak yang mengekspos seperti analis, media, investor dan pihak-pihak lain. Hal ini menjadi sarana promosi dan meningkatkan mitra strategis atau sponsorship bagi klub," ujar Nyoman.

Selain itu, klub sepak bola juga dapat memperoleh manfaat lain diantaranya meningkatkan profitabilitas atau efisiensi, dan juga memperkuat tata kelola perusahaan. Selain itu, pendukung juga dapat turut memiliki klub sepak bola favorit mereka, sehingga keterikatan antara para pendukung dan klub sepak bola dapat meningkat.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode