Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Duh! Tambah Terus, Sampah di TPA Mojorejo Sukoharjo Lebih dari 200 Ton/Hari

Volume sampah yang masuk ke area tempat pemrosesan akhir (TPA) Sukoharjo mencapai 200 ton per hari.
SHARE
Duh! Tambah Terus, Sampah di TPA Mojorejo Sukoharjo Lebih dari 200 Ton/Hari
SOLOPOS.COM - Ilustrasi tempat pembuangan sampah. (Freepik).

Solopos.com, SUKOHARJO — Tumpukan sampah yang masuk ke area tempat pemrosesan akhir (TPA) Sukoharjo terus bertambah hingga mencapai lebih dari 200 ton per hari.

Volume sampah hingga 200 ton per hari bisa dibilang tidak sedikit, mengingat luas TPA Mojorejo yang hanya 4,8 hektare. Padahal dua tahun lalu diberitakan Solopos.com jumlahnya hanya 130 ton sampah per hari.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Di Kabupaten Sukoharjo, sampah yang masuk ke TPA lebih dari 200 ton/hari. Jumlah yang tidak sedikit, mengingat luas TPA Mojorejo hanya 4,8 hektare,” terang Sekda Widodo.

“Apabila hal itu dibiarkan secara terus menerus maka TPA Mojorejo akan segera penuh dan butuh lahan baru untuk TPA, dan itu tidak mudah. Untuk itu perlu adanya upaya mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo.

Hal itu disampaikan Sekda Widodo dalam acara launching Gerakan Zero Waste Family System menuju Sukoharjo bebas sampah di Pendapa Kantor Kecamatan Gatak, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Warga Tanam Pisang di TPS 3R Sawahan Boyolali, Ada Apa?

Launching program tersebut dilakukan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2022.

Ssaat membacakan sambutan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo mengatakan, sampah di Indonesia menjadi salah satu permasalahan yang serius selama bertahun-tahun.

Hal itu seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, kemajuan teknologi, dan perubahan gaya hidup masyarakat yang berdampak kepada peningkatan jumlah dan jenis sampahnya, sehingga memerlukan penanganan yang serius pula.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto mengatakan Gerakan Zero Waste Family System bermaksud mendukung upaya pengurangan sampah pada sumbernya.

Selain itu, program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup khususnya dalam bidang pengelolaan sampah di Sukoharjo. Lebih lanjut menurutnya, tujuan kegiatan Sukoharjo bebas sampah yakni meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Baca juga: Wujudkan Zero Waste, Boyolali akan Dirikan TPS 3R di Tiap RT

Selain itu, program tersebut juga bertujuan mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, serta mendorong gerakan memilah sampah.

Program pemilahannya mulai dari sumber sampah hingga mewujudkan pengelolaan sampah secara Zero Waste Family System.

“Dari gerakan ini diharapkan sampah bisa selesai di tataran rumah tangga. Mulai dari pemilahan sampah yang nanti bisa diolah dan dikelola sesuai kelompoknya,” terang Agus dalam rilis yang diterima Solopos,com, Jumat.

Agus berharap masyarakat turut peran serta bertanggungjawab atas sampah yang dihasilkan. Hal ini sebagai bentuk kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah.

Agus mengatakan akan memaksimalkan peran bank sampah di masing-masing lingkungan baik tingkat desa, kelurahan hingga RT dan RW.

Baca juga: Momentum bagi Energi Baru dan Terbarukan

Menurutnya, peran bank sampah sangat besar dalam membantu penanganan sampah ditingkat bawah. Hal itu juga berdampak  pada pengurangan sampah buangan di tingkat kabupaten.

Agus mengatakan akan melakukan pengawasan di masing-masing tempat pembuangan sampah. Diharapkan dengan hal itu dapat memberikan kontribusi pengurangan volume sampah.

“Target kami pada 2025 paling tidak 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan sampah yang sudah dihasilkan masyarakat. Sehingga total 100 persen tertangani,” lanjutnya di sela launching program Sukoharjo bebas sampah.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan aksi pungut dan pilah sampah massal di Sukoharjo untuk mendukung Zero Waste Family System, serta pembagian bibit pohon buah gratis untuk masyarakat.

Baca juga: Top! Omah Limbah Gempol Klaten Segera Ekspor Maggot ke Tiongkok



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode