top ear
Duh, Rumah Makan Kenamaan di Kabupaten Semarang Gunakan Elpiji Subsidi
  • SOLOPOS.COM
    Petugas Tim Monitoring Penggunaan LPG 3 Kg melakukan inspeksi penggunaan elpiji bersubsidi di RM Sop Ayam Pak Min Klaten di Kabupaten Semarang, Senin (22/10/2018). (Istimewa-Humas Pertamina MOR IV)

Duh, Rumah Makan Kenamaan di Kabupaten Semarang Gunakan Elpiji Subsidi

Sejumlah pelaku industri kuliner di Kabupaten Semarang ternyata masih banyak yang menggunakan elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg. Padahal, elpiji ukuran 3 Kg atau yang populer disebut tabung gas melon itu, hanya diperuntukan bagi kalangan keluarga tidak mampu atau pelaku industri kecil.
Diterbitkan Rabu, 24/10/2018 - 08:50 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra,
2 mnt baca -

Semarangpos.com, SEMARANG – Sejumlah pelaku industri kuliner di Kabupaten Semarang ternyata masih banyak yang menggunakan elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg. Padahal, elpiji ukuran 3 Kg atau yang populer disebut tabung gas melon itu, hanya diperuntukan bagi kalangan keluarga tidak mampu atau pelaku industri kecil.

Hal itu diketahui saat  Tim Monitoring Penggunaan LPG 3 Kg melakukan inspeksi di Kabupaten Semarang, Senin (22/10/2018). Dalam inspeksi itu, tim yang terdiri dari gabungan anggota Polres Semarang, Disperindag Kabupaten Semarang, dan Hiswana Migas, ada lima tempat usaha kuliner yang kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi.

Bahkan, dari kelima tempat usaha kuliner itu beberapa di antaranya merupakan rumah makan yang sudah cukup terkenal dan memiliki banyak pelanggan, seperti Rumah Makan (RM) Sop Ayam Pak Min Klaten, RM Bebek Goreng Pak Eko, Katering Kusuma Sari, Katering Kartika, dan RM Padang Putri Minang.

Dari kelima tempat usaha kuliner itu, petugas menemukan sekitar 78 tabung gas elpiji bersubsidi berukuran 3 Kg. Dari 78 tabung itu, 76 di antaranya disita petugas dan ditukar dengan 38 tabung LPG nonsubsidi ukuran 5,5 Kg.

“Kami berharap sidak ini dapat berjalan secara rutin setiap bulannya agar memberi efek jera masyarakat yang masih menggunakan elpiji bersubsidi,” ujar Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan Disperindag Kabupaten Semarang, Witri Relawati, dalam keterangan resmi, Selasa (23/10/2018).

Sementara itu, Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan DIY, Andar Titi Lestari, menyebutkan dengan kegiatan inspeksi itu, maka Kabupaten Semarang berpotensi melakukan penghematan pasokan elpiji bersubsidi. Selama ini, jatah elpiji bersubsidi untuk wilayah Kabupaten Semarang berkisar 375 tabung setiap bulannya.

“Kami meminta kembali kesadaran para pelaku usaha dan rumah tangga menengah untuk menggunakan elpiji nonsubsidi. Elpiji bersubsidi atau ukuran 3 Kg harusnya digunakan secara tepat sasaran, yakni untuk keluarga tidak mampu dan industri kecil,” terang Andar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Editor : Rahmat Wibisono ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini