[x] close
top ear
Ilustrasi pernikahan (Istimewa/The Park Mall)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi pernikahan (Istimewa/The Park Mall)

Duh! Jumlah Penghulu Pernikahan di Semarang Minim, Cuma 14 Orang

Profesi pemimpin upacara pernikahan atau penghulu di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) semakin langka belakangan ini.
Diterbitkan Rabu, 29/07/2020 - 12:13 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG — Profesi pemimpin upacara pernikahan atau penghulu di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) semakin langka belakangan ini.

Kantor Kementerian Agama Kota Semarang bahkan mencatat saat ini hanya tersisa 14 penghulu nikah yang masih aktif bekerja.

Jumlah belasan penghulu itu berbanding terbalik dengan luas wilayah Kota Semarang yang mencapai 373,70 kilometer persegi, dan terbagi dalam 16 kecamatan. Praktis, 14 penghulu itu pun harus mampu menjangkau seluruh warga yang terletak di 16 kecamatan tersebut.

Ini Masalah di Kamar Mandi dan Cara Menanganinya

Kondisi itu pun sebenarnya masih bisa ditangani 14 penghulu jika tidak banyak warga yang menggelar pernikahan.

Namun, jika permintaan semakin banyak terutama pada bulan-bulan yang dianggap baik menggelar pernikahan, seperti Zulhijah atau Syawal, para penghulu ini pun merasa kewalahan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Muhdi, menilai jumlah 14 penghulu di Kota Semarang sangatlah tidak ideal. “Idealnya itu ya ada 30-an penghulu. Tapi, saat ini kami cuma punya 14 penghulu. Sangat tidak ideal,” ujar Muhdi, Rabu (29/7/2020).

10 Berita Terpopuler: Warga Asli Tak Tahu Titik Nol Kilometer Klaten

Satu KUA Hanya 1 Penghulu

Muhdi mengatakan idealnya dalam satu Kantor Urusan Agama (KUA) ada dua penghulu. Namun, kenyataannya di beberapa KUA di wilayah Semarang hanya memiliki satu penghulu.

“Bahkan di beberapa kecamatan ada yang penghulunya merangkap sebagai kepala KUA, seperti Semarang Timur, Semarang Tengah, dan Tugu. Ada lagi yang KUA tidak punya penghulu seperti Candisari,” ungkapnya.

Kendati minim, Muhdi mengaku pihaknya tetap berusaha memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga. Meski pun imbasnya membuat pekerjaan penghulu di Semarang menjadi sangat padat.

Desa Pranggong Boyolali Sediakan Wifi Gratis untuk Siswa Belajar Online

“Kadang itu ada penghulu yang dalam sehari bisa memimpin upacara pernikahan berkali-kali di lokasi yang berbeda-beda. Bahkan, kalau pas musim kawin ada yang berangkat dari rumah pagi, pulangnya malam,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam Kantor Kemenag Semarang, M. Labib, mengatakan minimnya penghulu itu dipengaruhi tidak adanya lagi lowongan CPNS untuk posisi penghulu dalam beberapa tahun terakhir.

“Padahal kalau yang berminat itu banyak. Anak-anak muda yang lulusan ilmu agama di perguruan tinggi itu banyak yang berminat jadi penghulu. Tapi, kan selama ini lowongannya yang enggak ada. Sementara yang ada saat ini sudah mendekati masa pensiun,” jelasnya.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini