top ear
Duh, 4 Juta Warga Jateng Masih BAB Sembarangan!
  • SOLOPOS.COM
    Buang air besar (BAB) Sembarangan. (dinkes.sumutprov.go.id)

Duh, 4 Juta Warga Jateng Masih BAB Sembarangan!

Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengungkapkan masih banyaknya warga Jateng yang buang air besar (BAB) sembarangan. Warga yang masih gemar BAB tidak di jamban itu banyak tersebar di wilayah pegunungan, seperti Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.
Diterbitkan Senin, 15/10/2018 - 09:50 WIB
oleh Solopos.com/Newswire,
2 mnt baca -

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengungkapkan masih banyaknya warga Jateng yang buang air besar (BAB) sembarangan. Warga yang masih gemar BAB tidak di jamban itu banyak tersebar di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.

"Di provinsi ini masih ada sekitar empat juta orang yang BAB sembarangan, dan paling banyak di daerah pegunungan, yakni di Wonosobo dan Banjarnegara," ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Jateng Arfian Nevi di Kota Semarang, Jumat (12/10/2018).

Ia mengungkapkan banyak warga di dua daerah tersebut yang memilih BAB di sungai maupun di kebun atau di atas empang atau kolam ikan daripada di jamban, meskipun di daerahnya tidak kekurangan air. "Mereka menganggap BAB sembarangan itu sebagai hal yang biasa," ujarnya.

Lebih lanjut, Arfian menjelaskan BAB sembarangan ini sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan sekitarnya. Bukan hanya saat musim kemarau atau musim penghujan, karena kotoran yang dibuang sembarangan itu akan memunculkan penyakit menular.

Menurut dia, akar permasalahan dari warga yang BAB sembarangan ini bukan ketidakmampuan dari finansial, tapi lebih pada arah perilaku dan kebiasaan. "Bukan berarti kedua daerah itu banyak warga miskinnya. Jadi, bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa BAB sembarangan di samping merugikan diri sendiri dan keluarga, juga merugikan orang lain," katanya.

Sebagai upaya pengurangan jumlah warga yang BAB sembarangan, Dinkes Jateng akan merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bergerak bersama menyadarkan masyarakat agar BAB di jamban. "Salah satu program yang kami laksanakan adalah dengan sanitasi total berbasis masyarakat," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Editor : Rahmat Wibisono ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :


berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini