Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Drama My Superhero Tomato SD Kristen Satya Wacana Ingatkan Pola Hidup Sehat

My Superhero Tomato bercerita tentang perjuangan untuk hidup sehat. Beraneka jenisnya makanan, jika tidak diimbangi pola hidup sehat akan menjadi sumber penyakit.
SHARE
Drama My Superhero Tomato SD Kristen Satya Wacana Ingatkan Pola Hidup Sehat
SOLOPOS.COM - Penampilan drama siswa kelas 1 SD Kristen Satya Wacana Salatiga ajarkan pola hidup sehat. (Solopos.com/Hawin Alaina)

Solopos.com, SALATIGA–Siswa kelas 1 SD Kristen Satya Wacana menggelar drama My Superhero Tomato yang menjadi ajang unjuk kebolehan dalam bermain peran.

My Superhero Tomato bercerita tentang perjuangan untuk hidup sehat. Beraneka jenisnya makanan, jika tidak diimbangi pola hidup sehat akan menjadi sumber penyakit.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Terutama makanan yang banyak mengandung lemak jahat seperti junk food dan aneka gorengan berminyak.

Dalam penampilannya, para siswa mengenakan aneka kostum. Mulai dari kostum bunga, lebah, sayuran, lemak jahat, burung hantu, hingga monster lemak.

Baca Juga: Lantik Kepala LPM, Rektor UKSW Targetkan Akreditasi Unggul

Ketenangan tinggal di hutan terusik saat monster lemak jahat menyerang.

Warga hutan yang terusik karena monster lemak, lalu mengepung dengan bersenjatakan cermin. Adanya pantulan sinar membuat monster lemak kewalahan dan berlari ketakutan.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Saat kemenangan tiba, warga hutan bersorak kegirangan karena mampu mengalahkan monster lemak yang jahat.

Selain gerak peran, para siswa juga menampilkan kebolehannya bernyanyi dan membaca naskah.

Baca Juga: UKSW Komitmen Natal 1 Hati: Kasih Sejati Lupakan Perbedaan!

Digelar juga pemeran kerajinan karya siswa seperti kain ecoprint.

Plt Kepala SD Kristen Satya Wacana Amrih Gunarto mengatakan penampilan para siswa merupakan bagian implementasi kurikulum.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

“Dari sini anak-anak belajar berkarya dan aktualisasi diri. Orang tua juga dilibatkan, ini bagian dari kontribusi motivasi,” ujar dia, Jumat (9/12/2022).

Amrih mengungkapkan di era saat ini dalam pembelajaran anak tidak hanya soal transfer knowledge.

“Tapi juga berkarya, tampil, serta berekspresi. Ini awal yang baik karena gelar karya akan dilaksanakan berjenjang,” jelas dia.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode