top ear
Wujud karangan bunga bertuliskan kalimat sadis di salah satu hajatan warga Masaran Sragen yang menghebohkan warga. (Instagram)
  • SOLOPOS.COM
    Wujud karangan bunga bertuliskan kalimat sadis di salah satu hajatan warga Masaran Sragen yang menghebohkan warga. (Instagram)

Drama Karangan Bunga Sadis di Sragen Berlanjut, Pengirim Dilaporkan ke Polisi

Pengirim karangan bunga sadis di hajatan pernikahan warga Sragen dilaporkan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Diterbitkan Selasa, 19/01/2021 - 17:03 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN – Kasus pengiriman karangan bunga bernada sadis pada pesta pernikahan yang digelar MI, 23, warga Pringanom, Masaran, Sragen, memasuki babak baru. Tidak terima dengan pengiriman karangan bunga itu, MI balik melaporkan Irene Junitasari, 20, ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Kepada Solopos.com, Irene membenarkan dirinya telah dilaporkan MI ke Polres Sragen pekan lalu. Wanita asal Ngrampal, Sragen, itu dianggap mencemarkan nama baik keluarga MI melalui karangan bunga sadis bertuliskan, “Selamat menikah kakaknya Mia Wida. Selamat menikmati uang haram [Rp]1M hasil nilep arisan. Kapan nih dibayar shay. Member Arisan By Wida.”

Bejat! Pria Sukoharjo Tega Perkosa Bocah 12 Tahun di Karanganyar

Kisruh Arisan Online

Pelaporan ke polisi itu dilakukan MI karena Irene menolak mencabut laporan dugaan penggelapan dana arisan online yang dikelola MI.

“Benar saya dilaporkan balik atas dasar pencemaran nama baik. Saya menolak mencabut laporan karena ini bukan utang piutang. Ini penipuan berskala besar yang merugikan banyak orang,” ujar Irene kepada Solopos.com, Selasa (19/1/2021).

Irene menjelaskan dalam laporan itu juga menyertakan dirinya diminta membayar kerugian senilai Rp65 juta kepada MI. Menariknya, uang itu sama nilainya dengan uang yang diduga digelapkan MI dari beberapa member arisan online tersebut.

Seorang Diri, Sunardi Singkirkan Sampah yang Menyumbat Jembatan Kedungwaduk Sragen

Dalam mediasi yang digelar beberapa waktu lalu, Irene sebenarnya sudah memberi keringanan kepada MI untuk membayar separuh dari Rp65 juta itu. Akan tetapi, MI tetap tidak menyanggupi tawaran dari Irene. Atas dasar itu, Irene memutuskan untuk tidak mencabut laporan dugaan penggelapan uang arisan online tersebut.

“Maunya, dia bayar saya Rp65 juta dan saya juga harus bayar balik Rp65 juta kepada dia karena tudingan mencemarkan nama baik. Ini tentu tidak adil buat saya. Sakit hati saya. Saya tidak dihargai. Saya meminta apa yang jadi hak saya, tidak dikasih,” sesal Irene.

Karangan Bunga Sadis Gegerkan Pesta Nikah Warga Masaran Sragen, Begini Ceritanya

Sebelumnya diberitakan, ratusan tamu undangan pesta perkawinan yang digelar warga Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Sragen, pada akhir Desember lalu digegerkan dengan sebuah karangan bunga yang berisi kalimat cukup sadis.

Karangan bunga itu tak hanya mengebohkan ratusan tamu undangan, tetapi juga menghebohkan jagat maya.

Usut punya usut, karangan bunga itu ternyata dikirim oleh Irene Junitasari, 20, salah satu anggota arisan online yang dikelola MI, 23, warga Pringanom. Wanita asal Ngrampal, Sragen, itu merasa dikecewakan dengan MI karena dianggap membawa kabur uang arisan.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya