top ear
Kondisi kerusakan di ruas Jalan Solo - Purwodadi yang disebut jeglongan sewu. (Istimewa/Detik.com)
  • SOLOPOS.COM
    Kondisi kerusakan di ruas Jalan Solo - Purwodadi yang disebut jeglongan sewu. (Istimewa/Detik.com)

DPU Akui 75 Km Jalan Provinsi Jateng Rusak Parah

Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Jateng hanya mengakui ada 12 ruas jalan milik pemerintah provinsi yang rusak parah.
Diterbitkan Rabu, 24/02/2021 - 22:40 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah hanya mengakui ada 12 ruas jalan milik pemerintah provinsi yang rusak parah. Jika ditotal, kerusakan jalan yang dicatat DPU, Bina Marga, dan Cipta Karya Jateng itu mencapai 75 km.

Kepala DPU, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, A.R. Hanung Triyono, mengatakan ruas jalan yang rusak itu antara lain berada di titik yang menghubungkan antara Tegowanu-Purwodadi, ruas Slawi-Tegal, Banyimas, Cilacap, ruas Sragen-Ngawi, ruas Weleri Kendal, jalan penghubung Pati-Rembang, dan pintura Kaligawe Semarang.

“Kita sudah cek satu persatu. Titik kerusakannya bervariasi. Ada yang aspalnya mengelupas, berlubang, hingga ada yang kondisinya bergelombang. Tentunya, itu membahayakan pengguna jalan yang lewat,” terang Hanung kepada wartawan di Semarang, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Waralaba

Kendati demikian, Hanung mengaku tidak bisa buru-buru melakukan perbaikan terhadap jalan yang rusak itu. Kondisi cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat yang terjadi belakangan ini membuat aktivitas perbaikan jalan tidak akan berlangsung maksimal.

Perbaikan jalan, seperti pengaspalan baru bisa dikerjakan saat cuaca mulai membaik atau saat memasuki musim kemarau.

“Jalan berlubang jika kita tambal dengan aspal waktu seperti sekarang malah gampang rusak. Curah hujan yang tinggi biasanya membuat material aspal mudah terbawa arus air. Maka, untuk beberapa titik jalan yang rusak parah kita uruk dengan pasir dulu. Kalau cuaca normal baru dibeton,” tuturnya.

Baca Juga: Peluang Bisnis Air Minum Isi Ulang

Hanung mengakui jika kerusakan jalan pada 2021 ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Penyebabnya, tak lain adalah faktor cuaca dan tersendatnya beberapa proyek akibat pandemi Covid-19.

Pihaknya saat ini memperoleh alokasi anggaran Rp15 miliar untuk membiayai perawatan dan perbaikan jalan raya.

Jalur Pantura

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Prabowo, meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) bergerak cepat dalam melakukan penananganan jalan rusak, terutama yang berada di jalur pintura.

Baca Juga: Celaka Jika Anda Punya Bos dengan Zodiak Ini…

Ganjar mengaku akan membantu BBPJN agar anggaran perawatan dikonsentrasikan di awal tahun ini. Hal itu dikarenakan kondisi kerusakan jalan yang cukup parah sehingga menjadi prioritas.

“Kementerian PUPR sebenarnya sudah menyiapkan program-program long segmen, tapi ada yang selesai kontrak, ada yang belum. Rata-rata mulai pengerjaan Maret atau April. Untuk tindakan sementara berupa penambalan kan mendesak, maka saya minta kerja sama pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelamatkan,” terangnya.

Ganjar menegaskan semua kerusakan jalan itu mesti beres. Lubang-lubang yang menganga di jalanan harus segera ditambal dan tidak boleh menunggu proyek besar dilaksanakan. (Imam Yuda S

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Imam Yuda


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya