top ear
Tutup Iklan

Kunjungan Komisi C DPRD Kota Semarang ke pembangunan RSUD Mijen. (Bisnis-Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Kunjungan Komisi C DPRD Kota Semarang ke pembangunan RSUD Mijen. (Bisnis-Istimewa)

DPRD Kota Semarang Nilai Pembangunan RSUD Mijen Tak Serius

Komisi C DPRD Kota Semarang yang dipimpin Rukiyanto, Senin (2/12/2019), meninjau proyek pembangunan RS Mijen. Mereka melihat kenyataan bahwa di lokasi hanya terlihat tidak lebih dari enam pekerja.
Diterbitkan Selasa, 3/12/2019 - 07:20 WIB
oleh Solopos.com/Alif Nazzala Rizqi
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG — Komisi C DPRD Kota Semarang, Senin (2/12/2019), meninjau proyek pembangunan RS Mijen. Para legislator itu bermaksud meninjau langsung pembangunan tahap pertama rumah sakit tipe D tersebut.

Nyatanya, rombongan yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Rukiyanto itu menemui hasil mengecewakan.  Bersama Danur Rispriyanto, Hanik Khoiru Solikha, Febri Soemarmo, Nunung Sriyanto dan Suharsono, ia melihat kenyataan bahwa di lokasi hanya terlihat tidak lebih dari enam pekerja.

Menemui kenyataan itu, mereka menilai pembangunan RS tersebut tidak serius. Selain dinilai telat dari jadwal dan tidak memenuhi target pembangunan, pengerjaannya pun memang melibatkan jumlah pekerja yang minim.

Dalam papan informasi proyek pembangunan tersebut tertulis kontraktornya adalah PT Daya Bangun Mandiri. Adapun konsultan pengawas adalah PT Gatra Upanyasa Ripta. Nilai anggaran Rp10,4 miliar Pekerjaan pembangunan RS Mijen tahap pertama itu ditargetkan rampung 15 Desember 2019.

Menyikapi hal itu, Rukiyanto menegaskan akan segera memanggil kontraktor proyek pembangunan tersebut. Sebab, menurutnya, selain progres pembangunan tergolong lambat juga dinilai merugikan masyarakat sekitar untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

"Kita lihat dan yakini bahwa pekerjaan ini tidak akan selesai. Yang bekerja hanya lima orang sedangkan waktu tinggal sekitar 15 hari lagi," katanya.

Komisi C DPRD Kota Semarang merekomendasikan harus dilakukan tindakan segera, meskipun waktu kontrak pekerjaan tinggal beberapa hari lagi agar tidak berlarut-larut. Menurutnya yang paling dirugikan akibat lambatnya proyek tersebut adalah masyarakat. Apalagi seharusnya pembangunan RS tersebut selesai akhir 2020.

"Jadi ini pasti selesainya bangunan ini akan mundur lagi. Rabu (4/12/2019) kita akan panggil klarifikasi untuk meminta klarifikasi. Ini sangat mengganggu kinerja Pemkot Semarang," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini