Dompet dan Tas Tangan Wanita Merek Louis Vuitton Dimusnahkan, Kenapa?

DJKI Kementerian Hukum dan HAM memusnahkan tas troli, tas tangan wanita, tas tangan makeup, dan dompet wanita bermerek Louis Vuitton karena palsu.
SHARE
Dompet dan Tas Tangan Wanita Merek Louis Vuitton Dimusnahkan, Kenapa?
SOLOPOS.COM - Tas merek Louis Vuitton. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM memusnahkan sejumlah barang palsu bermerek Louis Vuitton atau LV di Bali pada Selasa (18/1/2022).

Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa DJKI Kemenkum HAM, Anom Wibowo, menyebut pemusnahan barang-barang palsu tersebut dilakukan setelah penindakan dan proses hukum selesai.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

“Barang bukti yang dimusnahkan berupa tas troli, tas tangan wanita, tas tangan makeup, dan dompet wanita yang bermerek Louis Vuitton,” ujarnya Rabu (19/1/2022) seperti dilansir Bisnis.com, Rabu.

Baca Juga : Menkumham Canangkan 2022 sebagai Tahun Hak Cipta dan Luncurkan POP HC

Anom juga mengungkapkan DJKI Kemenkum HAM gencar menyosialisasikan pelanggaran kekayaan intelektual di Indonesia agar masyarakat peduli dan menghargai hak kekayaan intelektual karya cipta orang lain.

Salah satu caranya dengan tidak membeli dan menjual produk palsu maupun bajakan. “Selain itu DJKI juga terus meningkatkan kemampuan dan melakukan koordinasi dengan seluruh penyidik Pegawai Negeri Sipil Kekayaan Intelektual yang tersebar di 33 Kanwil Kemenkumham di Indonesia sebagai langkah menindak cepat setiap aduan pelanggaran kekayaan intelektual,” ucapnya.

“Harapan kami masyarakat lebih cerdas membeli barang-barang. Pelaku usaha diharapkan tidak menggunakan merek-merek yang sudah terkenal untuk mengelabui masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga : 1 Kontainer Pulpen Tiruan Asal China Gagal Masuk Indonesia

Pemusnahan barang palsu itu merupakan bagian dari upaya penindakan kekayaan intelektual untuk keluar dari status Priority Watch List (PWL) pada awal tahun 2022. PWL dirilis United States Trade Representative (USTR) atau Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) karena menilai Indonesia memiliki tingkat pelanggaran kekayaan intelektual cukup berat.

Melalui kegiatan itu, lanjutnya, diharapkan Indonesia dapat menekan dan memberantas peredaran barang palsu dan bajakan. Selain itu memberi efek jera kepada pelaku kejahatan kekayaan intelektual.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago