[x] close
Ditutup 5 Hari Gara-Gara Covid-19, Pasar Tirtomoyo Wonogiri Sudah Buka Lagi
Solopos.com|soloraya

Ditutup 5 Hari Gara-Gara Covid-19, Pasar Tirtomoyo Wonogiri Sudah Buka Lagi

Pasar Tirtomoyo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri mulai dibuka lagi, Minggu (9/5/2021), setelah sebelumnya ditutup selama lima hari.

Solopos.com, WONOGIRI — Pasar Tirtomoyo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri mulai dibuka lagi, Minggu (9/5/2021), setelah sebelumnya ditutup selama lima hari lantaran ada pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pada hari pertama buka pasar tidak ramai, meski Minggu itu merupakan hari pasaran pasar setempat. Hal itu dinilai lantaran masyarakat sekitar masih khawatir tertular Covid-19.

Kapolsek Tirtomoyo, AKP Sukarjo, kepada Solopos.com, Minggu, mengatakan pasar dibuka dengan pengawasan ketat tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tirtomoyo. Hal itu untuk memastikan pedagang dan konsumen disiplin menjalankan protokol kesehatan. Pedagang dan konsumen yang tak memakai masker dilarang masuk pasar.

Baca Juga: Suporter Manchester United Demo, Calon Sponsor Batalkan Rp3,9 Triliun

Namun, pada Minggu itu tidak ada pedagang dan konsumen yang melanggar protokol tersebut. Petugas juga mengecek suhu pedagang dan konsumen satu per satu. Pengecekan dilakukan di pintu masuk/keluar pasar. Ada pedagang dan konsumen yang bersuhu tinggi. Selanjutnya mereka menjalani tes cepat antigen di salah satu ruang di pasar.

“Tes yang sama juga dilakukan terhadap orang yang terlihat pucat atau kondisinya sedang tak sehat. Mayoritas yang dites cepat antigen adalah konsumen. Total yang dites ada 20-an orang. Tapi sampai sekarang [saat diwawancarai] saya belum mendapat laporan hasilnya,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing.

Dia melanjutkan, tim menutup dua pintu Pasar Tirtomoyo Wonogiri. Pintu yang dibuka sebanyak empat dari total enam pintu. Hal itu lantaran jumlah petugas terbatas. Setiap pintu dijaga petugas. Selain mengawasi penerapan protokol kesehatan, petugas bersangkutan juga sebagai pemeriksa suhu tubuh. Petugas mengecek suhu tubuh menggunakan termometer digital atau thermogun.

Menurut Kapolsek, hari pertama pembukaan itu pasar tidak ramai, meski Minggu tersebut merupakan pasaran pasar bersangkutan. Biasanya setiap Kliwon Pasar Tirtomoyo ramai pengunjung. Kapolsek menilai kondisi itu terjadi karena masyarakat masih khawatir tertular Covid-19. Alhasil, masyarakat masih enggan pergi ke pasar.

“Kami dari Polsek Tirtmoyo, personel TNI, dinas terkait, dan elemen lainnya akan menjaga pasar sampai Selasa [12 Mei] mendatang. Rabu atau saat Lebaran pasar tidak libur, tetapi kemungkinan akan sepi karena pedagang dan konsumen fokus berlebaran,” imbuh Kapolsek.

Dia menilai belum semua masyarakat Tirtomoyo konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan. Tak sedikit yang tak memakai masker jika tidak ada petugas. Mereka baru memakainya apabila ada petugas. Oleh karena itu, kampanye protokol kesehatan harus terus digencarkan. Kapolsek mengimbau warga selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun.

Baca Juga: Railbus Batara Kresna Nyerempet BST di Solo: Spion Pecah – Kaca Retak

Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan atau KUKM Perindag Wonogiri, Agus Suprihanto, mengatakan sosialisasi pentingnya menjalankan protokol kesehatan tak pernah kendur dilaksanakan di semua pasar di Wonogiri.

Petugas pemungut retribusi juga selalu menyisipkan sosialisasi setiap bertugas. Saat ada pedagang atau konsumen tak memakai masker atau hanya memakai masker di dagu, petugas langsung meminta mereka memakai masker dengan benar. Seluruh pasar di Wonogiri juga sudah dilengkapi tempat cuci tangan. Fasilitas itu ditempatkan di lokasi strategi, seperti dekat pintu masuk/keluar pasar.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago