Ditopang E-Commerce, Total Belanja Iklan Capai Rp259 Triliun pada 2021

Apindo mengatakan belanja iklan atau advertising expenditure (Adex) yang mencapai Rp259 triliun pada 2021.

I Nyoman Ary Wahyudi - Solopos.com
Kamis, 20 Januari 2022 - 06:47 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi E Commerce

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B.Sukamdani mengatakan geliat belanja iklan atau advertising expenditure (Adex) yang mencapai Rp259 triliun pada tahun 2021 ditopang oleh kinerja e-commerce.

Konsekuensinya, pemulihan ekonomi hanya bersifat sektoral yang berada di sekitar ekosistem lokapasar daring tersebut.

“Kalau dilihat dari riil impactnya kepada sektor itu memang naik, tetapi itu tidak mencerminkan untuk sektor lain yang tidak terkait dengan pola belanja yang sudah berubah,” kata Hariyadi melalui sambungan telepon, Rabu (19/1/2022).

Hariyadi mengatakan sektor yang tidak terkait dengan e-commerce relatif menunjukkan pemulihan yang stagnan sepanjang tahun 2021. Misalkan, dia mencontohkan, sektor ritel yang belum terhubung dengan sistem daring itu mengalami kinerja pemulihan yang relatif rendah.

Baca Juga: Jurus Jitu Xiaomi Bikin Kolaborasi Interface, Iklan dan Game

“Tidak serta merta dia mengalami kenaikan karena tadi terjadi perubahan pola belanja, yang tadinya offline sekarang online. Agregatnya sama saja sebenarnya,” kata dia.

Kendati demikian, dia mengatakan, peningkatan nilai belanja iklan itu menjadi sinyal pemulihan ekonomi yang masih berlanjut di tengah pandemi Covid-19. Sekalipun, angka itu tidak mencerminkan situasi keseluruhan sektor bisnis dalam negeri. “Memang sudah menunjukkan geliat pemulihan, trennya untuk 2022 itu pasti bagus,” tuturnya.

Sebelumnya, perusahaan riset data dan analitik Nielsen melaporkan total belanja iklan pada tahun 2021 mencapai Rp259 triliun atau naik sebesar 13 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020. Torehan belanja iklan itu dihitung berdasarkan angka gross rate card di sejumlah media seperti TV, cetak, radio dan digital.

Baca Juga: Temukan 509 Iklan Rokok, Forum Anak Sukowati Mengadu ke Bupati Sragen

Product Lead Ad Intel & Outdoor Nielsen Tri Susanti Simangunsong mengatakan jasa daring seperti e-commerce, transportasi daring, pembayaran hingga travel agent daring mencatatkan belanja iklan lebih dari Rp42 triliun atau mengalami peningkatan mencapai 60 persen dibandingkan tahun 2020.

“Melihat terakselerasinya media digital selama masa pandemi dan ada kemungkinan besar kebiasaan ini, menggunakan jaringan Internet dalam banyak aspek kehidupan, terus diadopsi oleh masyarakat, kategori online service ini akan tetap menjadi salah satu iklan terbesar,” kata Tri melalui surat elektronik (Surel), Rabu (19/1/2022).

Berdasarkan data yang diolah Nielsen hingga akhir 2021, belanja iklan pada sektor jasa daring mencapai Rp42,8 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 67 persen dari tahun 2020 di posisi Rp25,6 triliun. Pencatatan lain yang naik signifikan disusul produk kopi dan teh sebesar Rp9,4 triliun atau naik 15 persen dari tahun 2020 sebesar Rp8,2 triliun.

Baca Juga: Iklan Pakai Masker Radio Buana Asri Sragen Dapat Penghargaan Nasional

Selain itu, Nielsen mencatat, produk perawatan rambut dan wajah mengalami kenaikan masing-masing sebesar 6 persen dan 5 persen pada tahun 2021. Nilai belanja iklan produk perawatan rambut mencapai Rp12 triliun pada tahun 2021 naik tipis dari tahun 2020 sebesar Rp11,3 triliun. Sementara itu, nilai belanja produk perawatan wajah sebesar Rp13,3 triliun naik dari posisi Rp12,6 triliun pada tahun 2020.

Namun, nilai belanja iklan untuk partai politik dan sektor pemerintah terkoreksi mencapai 4 persen pada tahun 2021. Adapun, nilai belanja pada sektor itu tercatat sebesar Rp9,8 triliun turun dari posisi Rp10,2 triliun pada tahun 2020.

Tri memproyeksikan belanja iklan pada tahun 2022 bakal bergerak positif seiring dengan meningkatnya cakupan vaksinasi di tengah masyarakat. Dia berharap torehan vaksinasi itu dapat meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha untuk belanja iklan pada tahun ini.

“Jika kondisi positif ini terus dapat berjalan, kemungkinan besar iklan media juga dapat menunjukkan tren positif di tahun 2022 ini,” kata dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif