SOLOPOS.COM - Kondisi ruang kelas di SDN III Desa Temon, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, yang jebol karena tertimpa tanah longsor, Jumat (3/12/2021). (Istimewa/Polres Ponorogo)

Solopos.com, PONOROGO – Dua ruang kelas SD Negeri III Desa Temon, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, ambrol setelah tertimpa tanah longsor. Puluhan meja dan kursi yang ada di dua ruang kelas tersebut tertimbun material longsoran.

Kapolsek Ngrayun, AKP Joko Santoso, mengatakan tebing setinggi 6 meter mengalami longsor pada Jumat (3/12/2021). Longsoran tersebut membuat batu plengsengan setinggi 3 meter x 14 meter yang ada di dekat ruang kelas longsor dan menerjang bangunan.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Baca Juga: Hujan Deras di Bangkalan Sebabkan Gedung SDN Tlagah Roboh

“Material longsoran itu kemudian menjebol dua ruang kelas. Material longsoran menimbun 35 meja dan kursi, lemari, dan lainnya,” kata dia, Sabtu (4/12/2021).

Dinding permanen gedung sekolah setinggi 4 meter dan panjang 20 meter jebol dan membuat atap miring. Kerugian dari kerusakan ini diperkirakan mencapai Rp200 juta.

“Ruang kelas itu sudah tidak bisa digunakan lagi. Dalam bencana longsor ini tidak ada korban jiwa,” jelas Joko.

Baca Juga: UMK Madiun Naik Rp36.400, Jadinya Berapa?

Pada saat bencana longsor terjadi, kata dia, cuaca cerah dan sedang tidak hujan. Namun, sehari sebelumnya memang terjadi hujan deras di wilayahnya.

Sebelum bencana terjadi juga tidak ditemukan tanda plengsengan retak. Menurut informasi, plengsengan tersebut dibangun pada 2010 dengan swadaya masyarakat. Sedangkan gedung sekolah itu dibangun pada 2011.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya