Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Diteriaki Jambret Lalu Dipanah, Ternyata Bukan

Polisi menerima laporan dari korban yang mengalami luka akibat dikeroyok dan terkena anak panah busur dari para pelaku,
SHARE
Diteriaki Jambret Lalu Dipanah, Ternyata Bukan
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pengeroyokan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, MAKASSAR — Seorang juru parkir di Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan dianiaya banyak orang dan dipanah karena dituding sebagai pelaku jambret.

Belakangan diketahui ternyata kasus tersebut dendam pribadi dan bukan aksi jambret.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Alhamdulillah kami sudah amankan terduga pelaku yang saat ini diduga melakukan pengeroyokan secara bersama-sama dengan motif adanya yang diduga pelaku jambret sampai mereka spontan mengejar dan melakukan pengeroyokan,” ujar Kasi Humas Polsek Mamajang, Bripka Ilham, pada Selasa (5/10/2021) malam.

Dikeroyok

Polisi menerima laporan dari korban yang mengalami luka akibat dikeroyok dan terkena anak panah busur dari para pelaku, di sebuah warung makan Jalan Onta Lama, Makassar, pada Minggu (3/10/2021).

Polisi yang mengidentifikasi para pelaku berdasarkan rekaman CCTV, kemudian mengamankan ketiga orang di antara puluhan orang yang terlihat di video.

Berdasarkan interogasi, ketiga orang itu termakan hasutan oleh salah satu rekannya yang masih dalam pengejaran polisi beserta orang yang memanah korban.

Baca Juga: Bukan Senggolan Joget, Ini Pemicu Pengeroyokan Libatkan Pimpinan Perguruan Silat Banjarsari Solo 

Diduga pelaku utama itulah yang mempunyai masalah dengan korban, hingga dirinya meneriaki korban sebagai seorang pelaku jambret.

“Untuk sampai saat ini dalam kronologis keluarga korban memang ada permasalahan sebelumnya, korban berboncengan bersama temannya menuju ke jalan Badak, karena tidak ada dia temukan lawannya yang berteriak jambret hingga yang lain ikut-ikutan. Untuk sementara para pelaku pengeroyokan terduga itu langsung melakukan pengeroyokan secara bersama-sama main hakim sendiri,” jelas Ilham.

Dipanah di Perut

Hingga kini, keadaan korban masih dirawat di RS.

Korban menderita luka akibat tancapan anak panah di daerah perutnya.

“Yang kami lihat dan kami kroscek memang ada luka tertancap busur waktu itu dan masih dalam perawatan intensif di rumah sakit,” kata Ilham.

Pihak kepolisian pun telah mengantongi identitas dari pelaku utama yang memanah korban.

Diimbau Menyerah

Polisi mengimbau kepada pelaku itu untuk menyerahkan diri.

“Untuk pelaku utama yang melakukan pembusuran itu masih dalam tahap pencarian dan upaya pihak kepolisian bertemu dengan pihak keluarga mungkin rencana kita doakan pihak keluarga bersedia menyerahkan langsung biar tidak dicari,” sebut Ilham.

Sementara itu, ketiga orang pelaku yang diamankan telah mengakui perbuatan mereka.

“Sementara yang tiga orang itu masing-masing punya peranan ada yang melakukan pelemparan bahkan pengancaman dengan menggunakan gunting di TKP,” ungkap Ilham.

Polisi juga telah menyita barang bukti akibat perbuatan ketiga orang pelaku yang ditangkap ini.

“Dugaan perusakan di lokasi termasuk kursi dan alat masak dengan mangkok,” pungkas Ilham.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode