[x] close
top ear
Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (JIBI/Solopos/Antara/Sumarwoto)
  • SOLOPOS.COM
    Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (JIBI/Solopos/Antara/Sumarwoto)

Ditangkap KPK, Begini Wahyu Setiawan di Mata Komisioner KPU Jateng

Anggota KPU, Wahyu Setiawan, yang ditangkap KPK pernah bertugas di Jateng.
Diterbitkan Sabtu, 11/01/2020 - 08:50 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap, Rabu (8/1/2020).

Penangkapan itu pun membuat kaget rekan-rekan Wahyu di Jawa Tengah (Jateng). Maklum, Wahyu sempat bertugas sebagai komisioner KPU di Jateng dalam rentang waktu 2013-2017.

Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat, mengaku mengenal dengan baik sosok Wahyu. Yulianto menyebut sebelum bertugas di KPU Jateng, Wahyu pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Banjarnegara.

“Dia pernah bertugas di KPU Banjarnegara, sedang saya di Kabupaten Sukoharjo. Kemudian, dia di Jateng dan kita juga sering komunikasi,” ujar Yulianto kepada Semarangpos.com, Jumat (10/1/2020).

Yulianto menilai Wahyu merupakan figur yang menonjol saat bertugas di KPU Jateng. Ia juga memiliki banyak prestasi sehingga mendapat kepercayaan publik.

“Buktinya [prestasi], dia bisa menjabat sebagai komisioner KPU pusat. Bukan sesuatu yang mudah tentunya untuk mendapat posisi di KPU pusat. Tentunya, itu diraih dengan prestasi yang dimiliki,” jelas mantan Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo itu.

Oleh karenanya, Yulianto pun mengaku kaget saat tahu Wahyu ditangkap KPK. Lembaga antirusuah itu menangkap Wahyu atas dugaan kasus suap.

“Saya enggak bisa banyak mengomentari penangkapan itu. Masalah itu sudah ditangani KPU pusat,” tutur Yulianto.

Yulianto pun berharap kasus yang menjerat Wahyu menjadi pelajaran bagi komisioner KPU lain, terutama yang ada di Jateng.

Ia juga berharap kepercayaan publik terhadap KPU tetap terjaga. Pihaknya telah menginstruksikan kepada jajarannya di semua kabupaten/kota untuk memperkuat integritas selama mengawal Pilkada 2020.

“Kita semua kan sudah teken pakta integritas, kita minta semua menegakkan integritasnya. KPU itu lembaga yang netral dan harus menjaga perilaku. Kita harus tunjukkan kinerja sesuai kode etik dan undang-undang,” ujar Yulianto.

Senada juga disampaikan Komisioner KPU Jateng Divisi Perencanaan dan Data, Muslim Aisha, yang kaget saat mendengar kabar penangkapan Wahyu.

“Selama di Jateng, dia tugasnya juga Divisi yang sama dengan yang di KPU RI saat ini, Divisi Sosisialisasi, SDM dan Parmas,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini