[x] close
top ear
Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)
  • SOLOPOS.COM
    Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)

Ditancapi Patok, Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten Masih Boleh Ditanami

Patok hanya berfungsi mengukur sudut dan jarak dalam pemetaan/pembangunan konstruksi jalan.
Diterbitkan Jumat, 7/08/2020 - 13:58 WIB
oleh Solopos.com/Ponco Suseno
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN -- Warga Klaten masih diperbolehkan menanam tanaman di areal pertanian yang bakal terdampak pembangunan tol Solo-Jogja di Klaten meski saat ini ada kegiatan pemasangan patok.

Penancapan patok di lahan yang diproyeksikan terdampak jalan tol Solo-Jogja di Klaten hanya berfungsi mengukur sudut dan jarak dalam pemetaan/pembangunan konstruksi jalan.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, tim teknis pengukuran jalan tol Solo-Jogja telah terjun ke beberapa desa terdampak jalan tol di Kabupaten Bersinar sejak satu pekan terakhir.

Kekeringan Mulai Melanda, Ratusan Keluarga di Klaten Krisis Air Bersih

Di antara lahan yang diukur berada di Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Di lokasi tersebut, lahan pertanian dan permukiman warga yang akan terdampak jalan tol Solo-Jogja tak luput diukur tim teknis.

Pascapengukuran, petugas pengukuran langsung menancapkan patok yang terbuat dari bambu.

Guna membedakan sudut satu dengan lainnya, petugas pengukuran menancapkan patok dengan warna berbeda. Patok warna kuning untuk menandai poros jalan tol/titik tengah jalan tol. Sedangkan, patok warna merah untuk menandai batas jalan tol.

Menggunakan Alat Khusus

Lebar jalan tol Solo-Jogja diproyeksikan memiliki ukuran sebagaimana jalan tol lainnya di Tanah Air, yakni 14,6 meter.

"Di sini, saya tergabung dalam tim kedua. Tim pertama sudah mengukur lahan di waktu sebelumnya. Dalam mengukur lahan [yang diproyeksikan terdampak jalan tol], kami menggunakan alat khusus [alat mengukur jarak, sudut, kemiringan tanah]," kata salah satu petugas pengukuran lahan jalan tol Solo-Jogja, Eri, saat ditemui wartawan di Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020).

"Begitu selesai semua, data hasil pengukuran dijadikan dasar di tahap berikutnya [pembangunan jalan tol]," tambah dia.

Peta Kekuatan 3 Paslon di Pilkada Klaten 2020, Siapa Terkuat?

Eri mengatakan pengukuran lahan di tol Solo-Jogja membutuhkan waktu 2-3 bulan. Sepanjang pengukuran berlangsung, warga yang memiliki lahan pertanian masih diperbolehkan menanami tanaman pertanian di sawahnya.

Begitu juga, warga yang rumahnya bakal terdampak jalan tol juga diperbolehkan beraktivitas di rumahnya masing-masing.

"Lahan yang sudah dipasangi patok itu otomatis sudah kami data. Ketika patok itu dipindah atau ambruk, kami sudah memiliki datanya. Jika bisa, patok itu jangan dipindah," kata Eri.

Ganti Untung

Nantinya, warga sudah tidak boleh mengutak-atik patok atau pun menanam tanaman di areal yang diproyeksikan tol Solo-Jogja ketika sudah mendekati pembangunan.

"Jika nekat menanami saat pembangunan jalan tol akan dimulai, konsekuensinya tak akan memperoleh ganti untung," kata Eri.

Sebagaimana diketahui, panjang jalan tol Solo-Jogja mencapai 93 kilometer. Dari panjang tersebut, 35,6 kilometer berada di Jateng. Jalan tol yang melintasi Klaten mencapai 28 kilometer.

Nekat! Petani di Polanharjo Klaten Tanam Sayuran di Lahan Motif Batik Terdampak Tol Solo-Jogja

Luas tanah di Klaten yang terdampak jalan tol Solo-Jogja berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan.

Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

"Di Kranggan, Polanharjo sini juga ada lahan milik warga yang tetap ditanami pertanian meski sedang berlangsung pengukuran jalan tol Solo-Jogja. Termasuk di lahan yang dikelola Pak Agung Bakar [ditanami sayuran]. Tanaman yang ditanam ini akan memasuki masa panen di 60 hari ke depan. Aktivitas penanaman ini juga tak mengganggu pengukuran lahan di jalan tol itu sendiri," kata Kepala Desa (Kades) Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Gunawan Budi Utomo.


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini