Disparpora Sragen Canangkan Sarigunan sebagai Kampung Wisata Gara-Gara Ini

Kampung Sarigunan, di Sragen Wetan, Sragen, dinilai punya embrio wisata yang bisa menarik minat wisatawan berkunjung.
Disparpora Sragen Canangkan Sarigunan sebagai Kampung Wisata Gara-Gara Ini
SOLOPOS.COM - Pemandangan salah satu sudut jalan di Kampung Sarigunan, Sragen Wetan, Sragen, Sabtu (13/3/2021).(Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen mencanangkan Sarigunan, di Sragen Wetan, Sragen, sebagai Kampung Wisata.

Kepala Disparpora Sragen, Yusep Wahyudi, mengatakan Sarigunan memiliki embrio untuk dikembangkan menjadi Kampung Wisata. Beberapa modal penting untuk membangun kampung wisata yang dimiliki Sarigunan ini adalah kreativitas, spirit dan kegotongroyongan warga setempat.

Seperti diketahui, Kampung Sarigunan saat ini disulap sebagai tempat wisata lampion. Di kampung ini terdapat ratusan lampion yang menghiasi jalan kampung sepanjang sekitar 150 meter. Jalan kampung setempat juga berhias aneka ornamen dan mural yang menunjukkan jadi diri bangsa yakni Bhineka Tunggal Ika. Pada Sabtu (13/3/2021), warga setempat menggelar Fashion Show Batik dan Food Festival.

Baca juga: Kampung Wisata Lampion Sragen Diresmikan Bupati Yuni Sabtu Besok, Ada Makna Khusus Loh...

“Sarigunan punya embrio menjadi Kampung Wisata. Satu level dengan Desa Wisata. Tapi ada sejumlah tahapan yang harus dilalui. Ada banyak parameter yang harus dipenuhi untuk jadi Kampung Wisata,” ucap Yusep Wahyudi kepada wartawan di lokasi.

Salah satu hal yang menjadi tantangan Kampung Wisata adalah konsistensi warga dalam menyuguhkan potensi wisata yang bisa dinikmati oleh warga. Dalam hal ini, warga diminta mampu menjaga spirit atau semangat dalam membangun kampung wisata.

“Tantangannya itu bagaimana menjaga semangat warga tetap sama. Sebuah kampung atau desa wisata itu harus ada penggeraknya. Sama seperti Pasar Bahulak di Karungan. Di sana bisa hidup karena ada tim penggeraknya. Saya lihat di sini ada. Kami dari Dinas Pariwisata tinggal mendorong dan mendampingi supaya ke depan programnya bisa bersinergi,” papar Yusep.

Baca juga: Hindari Lubang Jalan, Kijang Tabrak Megapro dan Pohon di Tanggan Sragen, Satu Orang Patah Tulang

Sarigunan
Pemandangan salah satu sudut jalan di Kampung Sarigunan, Sragen Wetan, Sragen, Sabtu (13/3/2021).(Solopos.com/Moh. Khodiq Duhri)

Kegiatan Rutin

Salah satu kegiatan yang bisa dilaksanakan secara rutin itu antara lain fashion show batik, pameran seni dan budaya, festival kuliner, dan lain-lain. Semua kegiatan itu diharapkan digelar dengan memegang teguh protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

“Harapan saya sebulan sekali ada event yang sifatnya virtual. Festival kuliner dan pertunjukan seni tetap ada, tapi tetap tidak boleh mengundang kerumunan. Jadi, protokol kesehatan tetap harus diberlakukan secara ketat,” terang Yusep.

Baca juga: Siap-Siap, Giliran 2.500 Guru di Sragen Divaksin, Ini Jadwalnya

Perwakilan panitia, Stephanie Christiana Agustin, menyampaikan sudah ada rencana untuk menghidupkan kegiatan seni dan budaya di Kampung Sarigunan. Panitia juga berencana mengadakan pameran produk UMKM di tingkat kabupaten di Kampung Kauman.

“Hari ini hanya diikuti UMKM lokal kampung. Ke depan, UMKM di tingkat kabupaten juga bisa memeriahkan acara ini,” paparnya.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago