top ear
Warung Mi Ayam dan Bakso Djanda di Jl. Raya Wonogiri-Ponorogo, Dusun Mirahan, Desa Tanjungsari, Keamatan Jatisrono, Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Warung Mi Ayam dan Bakso Djanda di Jl. Raya Wonogiri-Ponorogo, Dusun Mirahan, Desa Tanjungsari, Keamatan Jatisrono, Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa)

Diserbu Pembeli, Penjual Bakso Djanda Jatisrono Wonogiri Sering Kehabisan Stok

Bakso Djanda Jatisrono, Wonogiri, kian laris setelah makin banyak masyarakat yang penasaran dengan nama sekaligus rasa bakso ini.
Diterbitkan Kamis, 16/07/2020 - 11:43 WIB
oleh Solopos.com/Aris Munandar
2 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI -- Bakso Djanda Jatisrono, Wonogiri, kian laris setelah makin banyak masyarakat yang penasaran dengan nama sekaligus rasa bakso ini.

Penjual bakso ini pun sering kehabisan stok gegara baksonya diserbu pembeli. Warung Bakso Djanda di Jalan Raya Wonogiri-Ponorogo tepatnya di Dusun Mirahan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri tersebut sedianya buka pukul 11.00 WIB-20.00 WIB.

Namun, saking larisnya, sang penjual pernah kehabisan stok Bakso Djanda pada pukul 14.00 WIB. Pemilik Bakso Djanda Jatisrono, Wonogiri, Sri Eko Purnomo, mengatakan awalnya dia hanya menyediakan 24 porsi Bakso Djanda dalam setiap hari.

Ada Bakso Djanda di Wonogiri, Rasanya Bikin Nangis!

Itu berlaku saat awal-awal kuliner khas Wonogiri ini baru buka, yakni tiga bulan lalu. Tetapi, seiring semakin banyaknya pembeli, Sri Eko menambat stok Bakso Djanda. Kini dia menyiapkan hingga 50 porsi Bakso Djanda setiap hari.

Sebanyak 50 porsi Bakso Djanda yang disediakan itu pun kadang tak mencukupi permintaan pembeli. "Kemarin saja 50 porsi pukul 14.00 WIB sudah habis. Akhirnya pembeli menikmati bakso biasa tetapi kuahnya memakai yang pedas," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu (15/7/2020).

Kasus Positif Covid-19 Soloraya Melonjak, Ahli Epidemologi Sarankan Lockdown Lokal

Menyediakan 30 Porsi Bakso Biasa

Selain Bakso Djanda, dia juga menyediakan 30 porsi bakso biasa. Selain itu, tersedia pula 30 porsi bakso komplit, delapan porsi mi ayam bakso, dan menyediakan mi ayam sebanyak 2,5 kilogram.

Menurut Sri Eko, rata-rata pembeli lebih tertarik membeli Bakso Djanda. Ia akan meningkatkan jumlah porsi bakso tersebut setiap hari. Hal itu dengan memerhatikan minat pembeli pada bakso yang berasa super pedas tersebut.

Panen Hadiah Simpedes BRI Solo Kartasura, Nasabah Unit Daleman dapat Suzuki New Ertiga

Diberitakan sebelumnya, pemilik Warung Mi Ayam dan Bakso Djanda Jatisrono, Wonogiri, mengaku punya alasan khusus memberi nama Djanda.

Nama itu terinspirasi dari watak beberapa orang janda yang dikenalnya. “Saya sering menjumpai sosok janda yang cenderung sadis dan pedas. Kalau dalam istilah Jawa bersifat sengak,” jelas dia.

Watak tersebut kemudian dituangkan dalam nama kuliner bakso yang dirintisnya. Sifat sengak tersebut dinilai sama dengan bakso bercita rasa super pedas yang dia buat.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini