Disebut Tempat Jin Buang Anak, Kalimantan Lebih Kaya dari Jawa

Jin buang anak merujuk kepada istilah untuk menunjukkan suatu daerah yang jauh dari keramaian, sepi, dan terbelakang dari sisi ekonomi.
SHARE
Disebut Tempat Jin Buang Anak, Kalimantan Lebih Kaya dari Jawa
SOLOPOS.COM - Kota Balikpapan difoto dari udara, beberapa waktu lalu. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Nama Youtuber Edy Mulyadi terus menjadi sorotan setelah pernyataannya menjadi kontroversial karena menyebut lokasi ibu kota negara yang baru, yaitu Kalimantan sebagai tempat ‘jin buang anak’.

Jin buang anak merujuk kepada istilah untuk menunjukkan suatu daerah yang jauh dari keramaian, sepi, dan terbelakang dari sisi ekonomi. Penggunaan istilah ini, menurut Edy, lazim di kawasan Jabodetabek.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Benarkah Kalimantan secara keseluruhan layak disebut sebagai tempat jin buang anak?

Baca Juga: Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Ini Permintaan Maaf Edy Mulyadi

Faktanya, seperti dikutip Solopos.com dari Bisnis, provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Provinsi Tahun 2016-2020, Kalimantan Timur jauh bahkan melampaui beberapa provinsi besar di Pulau Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

PDRB adalah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam suatu periode tertentu.

Adapun PDRB Kalimantan Timur pada periode 2016-2020 berturut-turut Rp145,3 juta, Rp165,5 juta, Rp174,1 juta, Rp175,2 juta, dan Rp160 juta.

Baca Juga: Sering Dikritik, Yusuf Mansur Doakan Yang Terbaik untuk Edy Mulyadi

Sementara itu, tiga provinsi di Pulau Jawa tersebut mencatatkan PDRB tidak lebih dari Rp60 juta pada periode yang sama.

Tercatat, hanya DKI Jakarta provinsi di Pulau Jawa yang mampu melampaui Kalimantan Timur dari sisi PDRB per kapita pada periode tersebut yakni lebih dari Rp210 juta.

Pernyataan Edy yang akhirnya kontroversial tersebut merupakan bentuk protesnya terhadap pemerintah yang semakin serius memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur melalui pengesahan RUU Ibu Kota Negara (IKN) di DPR RI beberapa waktu lalu.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago