Disdik Solo Matangkan Rencana PTM di Ruang Terbuka

PTM di ruang terbuka dinilai dapat mengurangi potensi penularan Covid-19 di lingkungan.
Disdik Solo Matangkan Rencana PTM di Ruang Terbuka
SOLOPOS.COM - Siswa kelas IX SMP Negeri 7 Solo berjalan dengan menjaga jarak aman saat pulang meninggalkan sekolah seusai mengikuti Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, Rabu (24/3/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO—Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mematangkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di ruang terbuka. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi potensi penularan Covid-19 di lingkungan.

Apalagi belakangan kasus persebaran Covid-19 di sekolah terus ditemukan menyusul uji swab acak yang dilakukan Pemkot Solo. Terakhir, 28 siswa dan dua tenaga pendidik positif corona setelah melalui tes PCR. Jumlah itu masih bisa bertambah karena ada hasil uji swab beberapa sekolah yang belum keluar.

Kabid SD-SMP Disdik Solo, Abdul Haris Alamsah, mengatakan Disdik tengah menyeriusi pelaksanaan PTM terbatas di ruang terbuka seperti taman dan lapangan. Menurut Haris, upaya itu bisa menjadi alternatif PTM yang aman di masa pandemi.

Baca Juga: Boyolali Bangun Wisata Religi, Ada Replika Ka’bah hingga Padang Arafah

“Ini kami masih mengkajinya. Kemungkinan arahnya memang ke sana [ada alternatif PTM di ruang terbuka],” ujar Haris saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (29/11/2021).

Pihaknya menilai pembelajaran di luar ruangan lebih aman dari potensi penularan virus. Selain itu, PTM di ruang terbuka dapat menjadi solusi penambahan jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran.

Saat ini peserta PTM masih dibatasi maksimal 50% dari kapasitas ruang kelas. Haris mengatakan Disdik masih perlu mencermati teknis dan sistem pengawasan ketika PTM di ruang terbuka nanti digelar. “Perlu dipastikan pembelajarannya tetap memungkinkan menjaga jarak. Fasilitas pendukung seperti sabun dan air mengalir juga wajib ada.”

Baca Juga: Wonogiri Minta Perantau Tidak Mudik saat Libur Nataru

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, turut memberi perhatian khusus untuk PTM di tingkat PAUD, TK dan SD. Gubernur meminta para kepala daerah rutin berkonsultasi dengan ahli untuk memastikan PTM aman digelar selama pandemi. Ganjar pun mendorong inovasi PTM di ruang terbuka untuk siswa PAUD dan TK.

“Sangat-sangat terbatas dan sangat ketat. Kalau bisa TK, PAUD itu di ruang terbuka saja. Enggak perlu banyak anak,” ujar Ganjar seperti dilansir jatengprov.go.id.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, mengatakan pihaknya telah mewajibkan sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari sarana-prasarana hingga pembentukan perilaku warga sekolah. Dinkes Jateng tak ingin kasus positif Covid-19 dalam PTM di sejumlah daerah terulang.

Baca Juga: Setuju Raperda APBD 2022, Fraksi PKB Beri Catatan Jalur Evakuasi Merapi

Checklist-nya sudah ada, tinggal ngikutin saja. Apa yang harus disiapkan. Termasuk komitmen antara guru, siswa, orang tua,” ujarnya.

 

 


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago