top ear
ilustrasi guru dampingi siswa belajar (Harianjogja.com-Gigih M. Hanafi)
  • SOLOPOS.COM
    ilustrasi guru dampingi siswa belajar (Harianjogja.com-Gigih M. Hanafi)

Disdik Klaten Gulirkan Gerakan Guru Tonggo, Apa Itu?

Gerakan Guru Tonggo itu bergulir agar siswa tetap mendapatkan pelayanan pembelajaran di tengah masa pandemi Covid-19.
Diterbitkan Minggu, 7/03/2021 - 04:00 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN – Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten menggulirkan Gerakan Guru Tonggo. Konsep itu bergulir agar siswa tetap mendapatkan pelayanan pembelajaran di tengah masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto, gerakan itu dalam rangka memberikan pelayanan kepada peserta didik pada masa pandemi. Serta memastikan peserta didik terutama kelas 1, 2, dan 3 SD memperoleh pendampingan belajar baca dan tulis. Konsep Guru Tonggo yakni semua siswa SD di Klaten adalah murid kita dan semua guru adalah guru kita.

Ada ketentuan penerapan gerakan Guru Tonggo tersebut. Pertama, setiap guru wajib melakukan pendampingan belajar kepada tetangga terdekat di lingkungan desa mereka. Terutama siswa kelas 1-3 SD dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan 5M. Gerakan itu bisa dilakukan pensiunan guru atau kepala SD.

Baca jugaBelasan Ribu Guru di Klaten Masuk Daftar Peserta Vaksinasi Covid-19

Kedua, bagi wilayah desa dengan zona hijau hingga kuning melakukan kegiatan konsultasi dan pendampingan belajar siswa di satuan pendidikan. Maksimal 10 siswa dalam kelas konsultasi dengan tetap seizin Satgas Covid-19 desa.

Ketiga, bagi daerah dengan zona merah tetap mengoptimalkan pembelajaran daring. Keempat, pengawas diminta melakukan pendampingan dan monitoring bersama Korwil Pendidikan setempat.

Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan gerakan Guru Tonggo merupakan penjabaran gerakan Jogo Tonggo yang digulirkan Gubernur Jateng.

“Dengan konsep Guru Tonggo ini bisa mengurangi mobilitas. Seorang guru bisa mendidik anak di sekeliling tempat tinggal mereka dalam bentuk kelompok belajar dari sekolah manapun terutama kelas bawah [1, 2, dan 3 SD] agar kemampuan terutama untuk kemampuan baca dan tulis mereka,” kata Wardani saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (5/3/2021).

Guru jagaUjian SD di Karanganyar akan Digelar Luring di Sekolah, Setuju Tidak?

Pendampingan Belajar

Wardani mengatakan SE terkait Gerakan Guru Tonggo tersebut sudah muncul sejak sepekan terakhir. Guru-guru mulai merealisasikan gerakan tersebut dengan mendidik anak-anak SD sederejat yang tinggal di sekeliling tempat tinggal mereka. Kegiatan dijalankan dengan membentuk kelompok-kelompok serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya sudah mengecek ke lima lokasi di wilayah dan itu sudah berjalan. Para pensiunan guru maupun kepala sekolah juga bisa ikut melakukan gerakan ini,” kata dia.

Baca jugaDaya Tampung SMP Solo Surplus 4.800, Ini Penjelasannya

Gerakan Guru Tonggo itu juga dimunculkan sebagai salah satu solusi agar siswa terutama kelas 1, 2, dan 3 SD tetap mendapatkan pendampingan belajar dari guru menyusul hingga kini pembelajaran tatap muka belum diizinkan bergulir. “Harapan kami dengan cara ini tidak terjadi lost learning,” kata Wardani.

Terkait siswa jenjang kelas lainnya seperti 4, 5, dan 6 SD, Wardani mengatakan sekolah bisa membuka konsultasi dengan jumlah siswa terbatas. Konsultasi itu terutama pada mata pelajaran esensial seperti matematika. Namun, konsultasi itu hanya diizinkan untuk sekolah yang berada pada zona hijau atau kuning dengan tetap meminta izin dari Satgas Covid-19 desa.

 


Editor : Profile Arif Fajar Setiadi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya