Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dipancing Rp17,5 Juta, Bisa Keluar Rp35 Juta untuk Rehab RTLH di Sragen

Bupati Sragen mengapresiasi gotong royong an swadaya masyarakat dalam menyukseskan program tuntas kemiskinan (Tumis) di Desa Jabung, Kecamatan Plupuh.
SHARE
Dipancing Rp17,5 Juta, Bisa Keluar Rp35 Juta untuk Rehab RTLH di Sragen
SOLOPOS.COM - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyerahkan sertifikat kepada Kepala Desa Jabung Triyono dalam Wisuda Desa Jabung Tuntas Kemiskinan di Dukuh Soko, Desa Jabung, Kecamatan Plupuh, Sragen, Jumat (7/10/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pemkab Sragen memberi stimulus Rp17,5 juta untuk merehab rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Jabung, Kecamatan Plupuh, Sragen. Realisasinya, keluarga miskin yang mendapatkan dana stimulus RTLH itu mampu berswadaya senilai Rp35 Juta. Artinya, dana rehab RTLH bisa mencapai Rp52,5 juta per rumah.

Dengan dana tersebut, keluarga sasaran kini memiliki rumah yang layak huni dan kokoh. Kondisi tersebut terungkap saat Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berdialog dengan warga penerima bantuan dalam Program Tuntas Kemiskinan (Tumis) di Desa Jabung, Jumat (7/10/2022).

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Ia menyampaikan Pemkab hanya bertugas menstimulasi warga untuk berusaha mandiri dan bergotong-royong untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Stimulus itu terbukti mampu memancing keluarnya dana swadaya masyarakat yang nilainya lebih besar.

“Ada warga yang nilai swadayanya sampai Rp35 juta. Ini luar bisa. Gotong-royong itu bukan hanya Pemkab dan stakeholders. Tetapi gotong-royong itu juga terjadi di lingkungan masyarakat desa untuk bersama-sama keluar dari kemiskinan. Di Jabung ini tidak ada uang dari APBD, tetapi dari Baznas, Lazismu, Lazisnu, PMI, PLN, Bank Jateng, dan stakeholders lainnya,” katanya.

Baca Juga: Transformasi Jabung, Salah Satu Desa Termiskin di Sragen yang Kini Naik Kelas

Minta Kambing Jantan

Dalam kesempatan itu, Yuni memanggil Narimin, salah satu warga penerima bantuan modal berupa mesin jahit. Yuni berdialog dengan Narimin yang menjawab apa adanya setiap pertanyaan yang diberikan Bupati.

“Dapat mesin jahit ya, Pak! Buat apa mesin jahitnya?” tanya Yuni.

“Untuk nyambut gawe [bekerja], Bu,” kata Narimin.

“Ya, iyalah untuk bekerja,” kata Yuni.

“Yang tadinya tidak punya sekarang sudah punya mesin jahit,” ujar Narimin lagi.

“Ya, memang begitu. Bapak terima jahitan? Kalau saya pesan baju butuh berapa meter?” ujar Yuni.

“Iya. Untuk Ibu, 3 meter kain cukup. Kalau kurang beli lagi, Bu,” kata Narimin yang membikin gelak tawa pengunjung.

Baca Juga: Tumis Gotong Royong Diluncurkan di Jabung Sragen, Dananya Rp1,6 Miliar

Yuni pun memutuskan untuk pesan baju ke Narimin. Kemudian Yuni meminta Edi Sukamto, salah satu penerima bedah RTLH untuk maju ke depan. Yuni pun bertanya kepada Edi yang menerima bantuan bedah RTLH senilai Rp17,5 juta.

“Rumahnya sekarang sudah jadi ya, Pak?” tanya Bupati.

“Sudah jadi 75%. Terima kasih bantuannya, Bu,” jawabnya.

“Kalau tidak dapat Rp17,5 juta itu, kira-kira swadaya Rp35 juta itu keluar tidak?” kata Bupati.

Edi hanya tersenyum dengan pertanyaan itu. Edi juga merupakan satu dari 54 warga yang mendapat bantuan satu ekor kambing betina.

“Kalau boleh minta tambahan kambing jantan, Bu. Biar kambingnya bisa berkembang biak,” pinta Edi.

Baca Juga: Ironi Sragen, Punya Jemaah Haji Terbanyak tapi Kemiskinan Tertinggi

“Baiklah, satu ekor cukup ya. Oke, pekan depan satu ekor kambing jantan dikirim ke Soko ini sebagai pejantan bagi 54 ekor kambing betina,” ujar Yuni yang juga membuat warga tertawa.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode