Dinkes Jateng: Vaksinasi Lansia di 10 Daerah Ini Lambat

Dari sekian banyak daerah yang menjadi sorotan terkait lambatnya vaksinasi lansia adalah Kabupaten Boyolali.
SHARE
Dinkes Jateng: Vaksinasi Lansia di 10 Daerah Ini Lambat
SOLOPOS.COM - Anggota Polri mendampingi warga lanjut usia (lansia) yang disuntik vaksin Covid-19 di Balai Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Selasa (9/3/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Kesehatan Jawa Tengah atau Dinkes Jateng menyebut pelaksanaan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) di kabupaten/kota se-Jateng belum berjalan maksimal.

Padahal, sejak 3 Maret lalu, Pemprov Jateng telah mengubah prioritas vaksinasi kepada kelompok lansia.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

“Kita ingatkan sudah ada kebijakan untuk memprioritaskan lansia dalam vaksinasi. Ini karena secara proposional jumlah lansia lebih banyak. Setelah itu [lansia] selesai, baru pelayanan publik,” kata Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, saat dijumpai wartawan di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Kamis (25/3/2021).

Yulianto menyebut setidaknya ada 10 kabupaten/kota di Jateng yang masih minim dalam memprioritaskan vaksin Covid-19 bagi lansia. Ke-10 kabupaten/kota itu yakni Boyolali, Brebes, Kebumen, Kabupaten Pekalongan, Batang, Rembang, Sragen, Wonogiri, Blora, dan Jepara.

Baca jugaKabar Duka, Guru Besar Undip Prof Miyasto Meninggal Dunia

Sedangkan daerah yang tergolong tinggi atau telah melakukan vaksinasi di atas 25% dari total jumlah lansia di daerahnya antara lain Kota Magelang, Salatiga, Solo, dan Kota Semarang.

“Itu [prioritas vaksin bagi lansia] pedoman baru, tolong dilaksanakan! Sehingga daerah yang masih rendah harus dilakukan percepatan. Targetnya, vaksinasi lansia sudah selesai sebelum Juni,” tegas Yulianto.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengatakan dari sekian banyak daerah yang menjadi sorotan terkait lambatnya vaksinasi lansia di Jateng adalah Kabupaten Boyolali.

“Di Boyolali vaksinasi masih diprioritaskan bagi petugas layanan publik. Itu memang benar. Tapi, kita harus punya hitung-hitungan prioritas. Pelayan publik berapa? Lansia berapa?” kata pria yang karib disapa Gus Yasin itu.

Baca jugaDugderan di Semarang Bakal Digelar, Masih Pandemi Lho!

Kematian Masih Tinggi

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menyoroti turunnya tracking kontak pasien Covid-19 di Jateng. Ia pun meminta pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan tracing dan menggencarkan kembali penegakan protokol kesehatan.

“Vaksinasi termasuk untuk lansia di Jateng, jangan sampai melalaikan protokol kesehatan dan penanganan Covid-19. Tracking mengalami penurunan, saya minta ditingkatkan lagi,” tegas Gus Yasin.

Putra almarhum Kiai Maimoen Zubair itu juga mengakui jika saat ini penambahan kasus Covid-19 di Jateng terus menurun. Namun, tingkat kematian masih terbilang tinggi.

Data terbaru yang tercantum di situs web corona.jatengprov.go.id menyebut hingga saat ini kasus kumulatif Covid-19 di Jateng mencapai 168.598. Perinciannya, kasus aktif mencapai 5.630 orang, kasus sembuh 152.374, dan kasus kematian mencapai 10.621.

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago