Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dilarang Puan Keluar Rumah, Megawati Banyak Lupa Nama Jalan

Menurut Megawati, dirinya hanya diperbolehkan keluar rumah jika dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi).
SHARE
Dilarang Puan Keluar Rumah, Megawati Banyak Lupa Nama Jalan
SOLOPOS.COM - Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Puan Maharani.(Dok/JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku sudah banyak lupa nama jalan di Jakarta karena dilarang keluar rumah oleh anaknya, Puan Maharani.

Menurut Megawati, dirinya hanya diperbolehkan keluar rumah jika dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi).

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Cerita Megawati dilarang keluar rumah dibagikan putri Bung Karno itu dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2022).

Pidato Megawati diunggah di kanal Youtube PDI Perjuangan.

Baca Juga: Puan Belum Dapat Sinyal dari Megawati untuk Nyapres

“Saya di-lockdown Mbak Puan. Yang paling cerewet ya Mbak Puan tapi anak-anak yang lain juga setuju. Saya ndak boleh keluar, baru ke sini ini (Lenteng Agung), masjid lalu ke sini. Karena saya hanya boleh diiizinkan keluar kalau dipanggil Pak Jokowi, lain itu gak boleh,” ujar Megawati seperti dikutip Solopos.com, Sabtu (25/6/2022).

Karena dilarang keluar, Megawati mengaku sudah banyak lupa nama jalan. Meskipun demikian ia menegaskan dirinya belum pikun.

“Makanya ya rada kuper juga saya (disambut tawa peserta Rakernas). Betul nama jalan saja saya harus terlatih untuk diingat-ingat. Saya kemarin mikir ini ke mana ya, tapi terus saya mikir oiya ini gathuk-nya ke situ lagi. Tapi saya belum pikun lah,” ujar Megawati yang langsung disambut tawa peserta Rakernas PDIP.

Baca Juga: Fantastis, Jumlah Harta Kekayaan Puan Maharani Capai Rp382,4 Miliar

Megawati lahir pada 23 Januari 1947 dengan nama lengkap Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri.

Putri Bung Karno itu menjabat sebagai Presiden kelima RI dari 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004.

Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001.

Sidang Istimewa MPR ini diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar.

Baca Juga: Ditanya Soal Capres PDIP, Megawati: Saya Umpetin

Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999–2001, ia menjabat Wakil Presiden pada pemerintahan Presiden Gus Dur.

Megawati juga merupakan Ketua Umum PDIP sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tahun 1999.

Pada 20 September 2004, ia kalah suara dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pemilu Presiden 2004 putaran yang kedua.

Sejak itu hubungan Megawati dan SBY tidak pernah akur hingga hari ini.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode