Digelar Besok, Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten Tanpa Sebaran Apam

Sebaran apam pada tradisi yaa qowiyyu tahun ini dipastikan tidak ada menyusul kondisi masih pandemi Covid-19.
Digelar Besok, Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten Tanpa Sebaran Apam
SOLOPOS.COM - Ilustrasi gelaran Ya Qowiyyu di Klaten. Gambar diambil tahun 2012. (dok. Solopos)

Solopos.com, KLATEN – Sebaran apam pada tradisi yaa qowiyyu tahun ini dipastikan tidak ada menyusul kondisi masih pandemi Covid-19.

Yaa qowiyyu merupakan tradisi tahunan peninggalan Kiai Ageng Gribig, tokoh ulama di Jatinom, yang digelar turun temurun saban memasuki Bulan Safar. Puncak perayaan digelar dengan sebaran apam di Lapangan Klampeyan tak jauh dari kompleks makam Kiai Ageng Gribig.

Namun, dua tahun terakhir yaa qowiyyu digelar sederhana dengan tamu terbatas dan tanpa sebaran apam. Yaa qowiyyu tahun ini dijadwalkan digelar pada Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: Petani Tembakau di Klaten Tolak Rencana Kenaikan Cukai Tembakau

Camat Jatinom, Wahyuni Sri Rahayu, memastikan yaa qowiyyu kembali digelar tanpa sebaran apam. Kegiatan hanya digelar secara sederhana diisi zikir, tahlil, serta doa di kompleks makam Kiai Ageng Gribig.

Meski tanpa disebar dari menara di Lapangan Klampeyan, panitia tetap bakal membagikan apam. Sekitar 70 pengendara ojek online bakal membantu pembagian apam pada tradisi itu. Apam yang dibagikan merupakan sumbangan masyarakat. Saat menjelang puncak tradisi yaa qowiyyu, warga Jatinom dan sekitarnya rutin menyumbang apam ke panitia tradisi yaa qowiyyu.

“Untuk mengurangi kerumunan, apam akan diantar ke lokasi-lokasi tertentu. Sudah ada pembagian lokasi yang akan dituju para pengendara ojol dan di seputaran Jatinom saja. Panitia dari P3AKG [Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig] sudah membagi alamat dan nama yang dituju,” kata Wahyuni, Kamis (23/9/2021).

Pelaksana Humas dan Dokumentasi Panitia Tradisi Yaa Qowiyyu, Anshori, juga menjelaskan pelaksanaan yaa qowiyyu tahun ini tak jauh berbeda dengan kegiatan serupa pada 2020. Acara digelar sederhana dengan jumlah tamu sangat terbatas.

Baca Juga: Malam Minggu ke Mana Lur? Satpol PP Klaten Ingatkan Jangan Lupa Pakai Masker

Dia menjelaskan para santri serta tamu sebelumnya mengikuti Salat Jumat di Masjid Alit atau masjid pertama peninggalan Kiai Ageng Gribig. Seusai Salat Jumat, mereka menuju ke kompleks makam Kiai Ageng Gribig untuk berziarah.

Di dalam kompleks makam, santri serta tamu yang berjumlah antara 25 orang hingga 50 orang mengikuti zikir dan tahlil serta ada penyampaian pesan-pesan Kiai Ageng Gribig. Setelah serangkaian acara rampung, ada pembagian apam kepada para santri.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago