Diduga Depresi Masalah Asmara, Pria Ponorogo Nekat Gantung Diri

Seorang pria berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia dengan kondisi gantung diri di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Kamis (6/1/2022).
SHARE
Diduga Depresi Masalah Asmara, Pria Ponorogo Nekat Gantung Diri
SOLOPOS.COM - Ilustrasi korban bunuh diri. (Dok. Solopos)

Solopos.com, PONOROGO — Seorang pria berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia dengan kondisi gantung diri di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Kamis (6/1/2022). Diduga pria itu nekat gantung diri karena persoalan asmara.

Kapolsek Sukorejo, Iptu Sukron Mukarom, mengatakan pria tersebut berinisial AP, warga Sukorejo. Kali pertama pria itu ditemukan meninggal dunia dalam posisi gantung diri oleh tetangganya.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Pada Kamis pagi, kata dia, saksi hendak menghidupkan mesin pompa air untuk mengairi sawah. Saat melintas di jalan setapak menuju sawah, saksi melihat ada sesosok pria dalam kondisi gantung diri dengan menggunakan tali tampar.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Baca juga: Jasad Pria Simo Boyolali Ditemukan di Gorong-Gorong, Diduga Bunuh Diri

“Korban gantung diri di pohon asem yang memiliki ketinggian sekitar 3 meter dari tanah,” kata dia.

Saat didekati, ternyata sesosok pria itu ternyata AP dan telah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, saksi memberitahukan kejadian itu ke warga lainnya.

Sebelum ditemukan gantung diri, kata dia, AP diduga mengalami depresi karena masalah asmara dengan tunangannya yang saat ini masih bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI di Taiwan.

“Dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada diri korban,” jelas dia.

Atas kejadian itu, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan menganggap sebagai musibah.

Baca juga: Pamit ke Kebun, Petani Ponorogo Ini Ditemukan Meninggal

Peringatan

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Berikut lima rumah sakit juga disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467

RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841

RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601

RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago