[x] close
top ear
Didi Kempot. (Antara-Zabur Karuru)
  • SOLOPOS.COM
    Didi Kempot. (Antara-Zabur Karuru)

Didi Kempot Effect Bikin Lagu Jawa Trending di Youtube

Sosok Didi Kempot membuat lagu berbahasa Jawa kerap merajai trending Youtube.
Diterbitkan Rabu, 1/07/2020 - 01:00 WIB
oleh Solopos.com/Ika Yuniati
4 menit baca

Solopos.com, SRAGEN – Lagu Jawa kian mengukuhkan posisinya di jagat musik Tanah Air. Video klip para musikus muda Jawa seperti milik Dory Harsa bahkan menjadi trending Youtube selama dua pekan terakhir.

Video lagu berbahasa Jawa sempat menggeser beberapa nama besar seperti kolaborasi Blackpink dan Lady Gaga, serta grup musik Noah yang juga merilis karya di waktu bersamaan.

Sebut saja lagu Banyu Moto ciptaan Heri Marwanto alias Sleman Receh, 32, yang dirilis duet Nella Kharisma featuring Dory Harsa pertengahan bulan ini. Video klip mereka menempati posisi trending satu Youtube selama hampir sepekan.

Disusul trending #16 di Youtube Hongkong, dan #20 di Youtube Taiwan. Sampai hari ini telah ditonton lebih dari 19,6 juta kali dan dikomentari hampir 99.000 penonton.

Sempat Merah, Kini Solo Berstatus Zona Kuning Covid-19

Disusul lagu Los Dol milik Denny Caknan X Lek Dahlan yang juga di peringkat 1 Youtube pada Sabtu (20/6/2020) lalu. Kala itu Denny Caknan berhasil menggeser beberapa musisi lain termasuk Noah yang juga merilis lagu Kala Cinta Menggoda.

Ariel cs bahkan berada jauh di angka delapan jajaran trending Youtube. Saat itu video klip Sing Tak Sayang Ilang yang dibawakan penyanyi muda Solo, Dory Harsa, juga menempati trending #17.

Beberapa penyanyi lagu bahasa Jawa lainnya seperti Happy Asmara dan Safira Inema juga ikut meramaikan deretan video trending Youtube. Biasanya video mereka naik turun di jajaran 20 besar.

Selain sajian karya yang maksimal, kesuksesan mereka tidak lepas dari semangat para penggemar yang terus mendukung idolanya agar eksis di industri musik Tanah Air.

Kisah Keluarga Miskin 5 Tahun Tinggal di Bekas Gudang Es Angker di Jajar Solo

Dory Harsa

Penggemar Dory Harsa yang tergabung dalam komunitas Rencang Dory misalnya. Mereka saling mengingatkan untuk selalu menonton, memberikan like, berkomentar, ataupun membagikan link Youtube setiap kali Dory Harsa merilis karya baru.

Salah satu pengelola media sosial Rencang Dory, Ade Yokky, biasanya membagi link di grup Whatsapp yang kemudian ditindaklanjuti anggota lain.

“Ya enggak mewajibkan untuk nonton atau komen, hanya share informasi. Tapi kebetulan teman-teman sudah tau apa yang harus dilakukan untuk mendukung Mas Dory,” kata dia.

Saat Banyu Moto dirilis misalnya, Ade, bisa menonton hampir tiga kali dalam sehari. Baik lewat handphone ataupun komputer. Sembari bekerja, ia sengaja mendengarkannya via streaming.

Sempat Merah, Kini Solo Berstatus Zona Kuning Covid-19

Warga asli Solo yang sekarang tinggal di Bali ini menilai dengan menonton langsung di Youtube berarti ikut mendukung agar video tersebut segera trending, juga memberi berkah penghasilan bagi si idola.

“Sebenarnya bisa juga sih download apa gimana. Tapi ya jangan lah, kalau nonton langsung kan berarti mendukung video mereka biar segera trending juga. Apalagi di masa pandemi ini seniman juga sepi manggung,” terangnya.

Meski bagian dari Rencang Dory, Ade, juga mendukung penyanyi lagu bahasa Jawa lain misalnya Happy Asmara, Nella Kharisma, termasuk Denny Caknan. Bentuk dukungannya adalah ikut menonton dan membagikan link video mereka lewat sejumlah akun resmi Rencang Dory.

Hal itu dilakukan agar lagu-lagu Bahasa Jawa semakin eksis di industri musik Tanah Air. Juga mendukung para seniman idola agar terus berkarya.

“Kalau saya pribadi mendukung lagu-lagu bahasa Jawa. Dengan trending di Youtube semoga memberi semangat agar semakin musisi-musisi Jawa lainnya yang membuat karya,” terangnya

Berkah

Berkah trending Youtube memang dirasakan langsung penulis lagu Banyu Moto, Heri. Beberapa lagu miliknya yang diunggah di kanal Youtube Slemanreceh.official ikut ditonton banyak orang. Bahkan setiap harus terus bertambah hingga lebih dari satu juta penonton per lagu.

Hery juga banjir orderan menyanyi. Hingga dihubungi sejumlah manajemen penyanyi ternama yang ingin dibuatkan lagu.

“Dulu pas dihubungi tim Mbak Nella ya mau saja diajak kerjasama. Sekalian untuk mengenalkan karya-karya saya. Dan ternyata trending. Ya lumayan sih. Banyak yang menghubungi minta dibuatkan lagu. Tapi ya lihat lihat dulu,” kata dia saat diwawancara Solopos.com beberapa waktu lalu.

Pengamat musik Solo Joko S Gombloh saat diwawancara Jumat (26/6/2020), mengatakan eksisnya lagu-lagu bahasa Jawa di masa sekarang tak lepas dari mendiang Didi Kempot. Sang maestro sukses membuat pencinta musik Tanah Air semakin familiar dengan lagu-lagu Jawa. Metafora penyanyi Jawa lainnya bisa ikut diterima meskipun tak bakal menggantikan posisi Didi Kempot.

Depresi Saat Dikarantina, OTG Covid-19 Asal Tanon Sragen Dilarikan ke RSJ Solo

Bapak Patah Hati Nasional tersebut menurut Joko berhasil meluruhkan dikotomi penikmat musik Indonesia. Kehadirannya mematahkan teori skena musik Indonesia yang dikelompokkan berdasarkan kelas-kelas sosial. Penikmat Jaz bukanlah musik eksklusif milik menengah ke atas. Sebaliknya lagu Jawa dan campursari tak lagi identik dengan masyarakat pinggiran.

Fenomena naiknya lagu Jawa di trending Youtube juga tak lepas dari posisi Jawa sebagai mayoritas dengan diasporanya yang luas. Maka tak heran lagu Banyu Moto sempat trending 20 besar di Taiwan dan Hongkong karena banyak TKI asli Jawa yang tinggal di sana.

“Masyarakat masih rindu karena Didi tak tergantikan. Jadi kalau ada yang muncul baru seperti recalling memori, mereka kangen-kangenan sehingga kalau ada lagu baru, siapapun itu sudah menancap di kalangan milenial,” tambahnya.

Jadi Pengemis, Pria Ngrampal Sragen Kantongi Rp250.000/Hari, Punya Sapi dan Motor Juga Loh


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini