Dicopot, AKBP Ferli Hidayat Baru Menjabat 9 Bulan sebagai Kapolres Malang

AKBP Ferli Hidayat menjabat sebagai Kapolres Malang pada per 24 Januari 2022.
SHARE
Dicopot, AKBP Ferli Hidayat Baru Menjabat 9 Bulan sebagai Kapolres Malang
SOLOPOS.COM - Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat baru menjabat sembilan bulan saat dicopot karena bertanggung jawab dalam pengamanan laga Arema FC vs Persebaya yang menewaskan lebih dari 100 orang, Sabtu (1/10/2022). (tarunanusantara)

Solopos.com, MALANG – Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat terkena apes dalam tragedi kerusuhan seusai laga derby Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya yang menewaskan lebih dari 100 penonton, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya karena dianggap bertanggung jawab dalam tragedi kerusuhan sepak bola terbesar kedua di dunia tersebut.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Padahal, Ferli baru menjabat sembilan bulan sebagai Kapolres Malang, Jawa Timur.

“Berdasarkan laporan dari tim analisis dan evaluasi, melalui surat telegram nomor ST 2098/x/kep/2022 Kapolri menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan dimutasi sebagai pamen di Mabes Polri. Dia digantikan AKBP Untung Kholis yang sebelumnya Kapolres Tanjung Priuk. Selain itu, atas perintah Bapak Kapolri, Kapolda Jawa Timur juga menonaktifkan sembilan personel yang bertugas saat terjadi kerusuhan di Kanjuruhan,” lanjut Kadiv Propam Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam jumpa pers sebagaimana dikutip Solopos.com dari Breaking News KompasTV, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Profil AKBP Ferli Hidayat, Kapolres Malang yang Kena Apes Tragedi Kanjuruhan

Dikutip Solopos.com dari https://tarunanusantara.sch.id/, Senin (3/10/2022), Ferli Hidayat menjabat sebagai Kapolres Malang pada per 24 Januari 2022.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menugasinya sebagai Kapolres Malang berdasarkan surat telegram bernomor ST/166/I/KEP/2022 untuk menggantikan AKBP Raden Bagoes Wibisono.

“Selamat datang Sam AKBP Ferli Hidayat. Selamat bertugas di bumi Arema,” kata Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi, seperti dikutip dari https://tarunanusantara.sch.id.

Baca Juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat

Sambutan Gus Rozi, sapaan Fatkhurrozi, kepada Kapolres Baru Kabupaten Malang itu karena AKBP Ferli banyak menulis di blog pribadinya, , tentang Pancasila dan kerukunan masyarakat.

Karena itu, Gus Rozi berharap Ferli dapat bersinergi dengan ormas-ormas keagamaan dan sosial yang ada di Malang seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila dan lain-lain.

“Terutama bersinergi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Malang, melawan gerakan radikalisme, wahabisme dan terorisme. Ini yang tidak boleh ada di Kabupaten Malang. Kabupaten Malang menjunjung tinggi sikap toleransi dan pluralisme,” kata Gus Rozi.

Baca Juga: 28 Polisi Jalani Pemeriksaan Kode Etik terkait Tragedi Kanjuruhan Malang

Dalam pemikiran Ferli yang ditulis di blog miliknya, Pancasila adalah ideologi bangsa, sumber dari sistem nilai, serta sebagai dasar negara Indonesia yang bersifat final.

“Pancasila adalah alat pemersatu, dan siapa tidak mengerti perlunya persatuan dan siapa tidak mengerti bahwa kita hanya dapat merdeka dan berdiri tegak merdeka jikalau kita tidak bersatu, siapa yang tidak mengerti itu, tidak mengerti Pancasila,” tulis Ferli mengutip kata-kata Bung Karno, dalam Pidato HUT Proklamasi tahun 1966.

Tulisan terakhir Ferli di blognya tertanggal 30 Juni 2019 berjudul Implementasi Nilai Pancasila Guna Membentuk Etika & Moral Pers Polri Dalam Rangka Mewujudkan Polisi Yang Profesional.

Baca Juga: Tolak untuk Ubah Jadwal Kick Off Arema FC, Direktur PT LIB Diperiksa Bareskrim

Perwira Polri berusia 40 tahun yang terkena apes dalam kasus kerusuhan di Malang ini telah mendapat sejumlah tanda penghargaan sebagai polisi.

Mantan Kasubbagbungkol Spripim Polri itu pernah mendapat penghargaan Satyalancana Pengabdian 8 Tahun, Satyalancana Pengabdian 15 tahun, Satyalancana Bhakti Pendidikan, Satyalancana Kebaktian Sosial, Satyalancana Karya Bhakti, Satyalancana Jana Utama, dan Satyalancana Kstaria Bhayangkara.

Baca Juga: Video Detik-Detik Tragedi Kanjuruhan: Berawal dari Pelukan Adilson Maringa



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode