top ear
Dicap Meradang soal Anggaran, Ini Jawaban Bawaslu Jateng
  • SOLOPOS.COM
    Komisioner Bawaslu Jateng. (Istimewa-Humas Bawaslu Jateng)

Dicap Meradang soal Anggaran, Ini Jawaban Bawaslu Jateng

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) tak akan mengajukan somasi terkait pemberitaan di sebuah media cetak yang menyatakan bahwa mereka geram saat ditanya soal anggaran pengawasan Pemilu 2019.
Diterbitkan Selasa, 18/09/2018 - 08:50 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
3 mnt baca -

<p><b>Semarangpos.com, SEMARANG &mdash;</b><span> Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) tak akan mengajukan somasi terkait pemberitaan di sebuah media cetak yang menyatakan bahwa mereka geram saat ditanya soal anggaran pengawasan Pemilu 2019.</span></p><p><span>Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlemabaga Bawaslu Jateng, Rofiuddin, saat dijumpai&nbsp;Semarangpos.com&nbsp;di Hotel Grasia, Semarang, Rabu (12/9/2018).</span></p><p><span>&ldquo;Kami tidak akan mengajukan somasi maupun hak jawab. Biar publik yang menilai. Toh, dalam artikel itu antara judul dengan konten tidak sesuai,&rdquo; ujar Rofiuddin.</span></p><p><span>Dalam berita yang dimuat media cetak,&nbsp;Patriot, Edisi 374/TH XVII 10-27 September 2018, berjudul <em>Soal Anggaran Bawaslu Jateng &ldquo;Meradang&rdquo;</em> disebutkan jika wartawan media itu mendapat perlakuan yang tidak kooperatif dari staf Bawaslu Jateng saat menanyakan anggaran pengawasan Pemilu 2019.</span></p><p><span><img src="https://img.solopos.com/upload/img/media%20bawaslu.jpg" alt="Media Patriot (Ist/aplikasi WA)" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" width="600" height="400" /></span></p><p><span>Mereka mengaku mendapat perlakukan kasar dari Kepala Sekretariat Bawaslu Jateng, Kartini, dan Bendahara Bawaslu Jateng, Sri Yadi, saat menanyakan soal anggaran. Wartawan itu mengaku sempat dipotret dan diminta menunjukkan kartu identitas pers.</span></p><p><span>Rofiuddin menilai apa yang dilakukan staf Bawaslu Jateng itu wajar untuk mengantisipasi orang yang kerap memanfaatkan nama pekerja media untuk mencari keuntungan pribadi.</span></p><p><span>Namun jika pihaknya dianggap tidak kooperatif kepada pekerja media, Bawaslu Jateng pun membantah. Bawaslu Jateng juga menyatakan sangat mendukung UU No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.</span></p><p><span>&ldquo;Kalau setiap wartawan yang ingin meliput datang ke kantor kami, lalu kami minta menunjukkan kartu identitas kan wajar. Intinya, kami sangat terbuka dengan informasi termasuk dengan wartawan. Siapa pun yang minta informasi ke kami akan dilayani, tak terkecuali wartawan,&rdquo; tutur mantan wartawan&nbsp;Tempo&nbsp;dan ketua AJI Kota Semarang itu.&nbsp;</span></p><p><strong><i><a href="https://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</i></strong></p>


Editor : Rahmat Wibisono ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya