Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dibuka Belum Genap Sebulan, Ring Basket Alun-alun Klaten Sudah Tujuh Kali Rusak

Belum genap sebulan dibuka setelah direvitalisasi, ring basket yang menjadi fasilitas baru di Alun-alun Klaten sudah tujuh kali rusak.
SHARE
Dibuka Belum Genap Sebulan, Ring Basket Alun-alun Klaten Sudah Tujuh Kali Rusak
SOLOPOS.COM - Suasana kawasan Alun-alun Klaten dengan beberapa fasilitas baru, Selasa (24/1/2023). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Belum genap sebulan dibuka setelah direvitalisasi, ring basket yang menjadi fasilitas baru di Alun-alun Klaten sudah tujuh kali rusak. Selain itu, belasan lampu di lokasi tersebut raib.

Sebagai informasi, proyek penataan alun-alun bergulir pada 2022 didanai dari APBD Klaten. Nilai kontrak proyek tersebut sekitar Rp7,8 miliar dengan kontraktor pelaksana CV Tamanan Berkarya. Pada perayaan malam pergantian tahun, alun-alun mulai dibuka dan digunakan perdana untuk panggung musik.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Sejak dibuka lagi mulai 1 Januari 2023, sudah ada sejumlah kerusakan di kawasan alun-alun. Hal itu diakui perwakilan kontraktor pelaksana.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pelaksana proyek, salah satu kerusakan pada ring basket yang menjadi fasilitas baru di alun-alun. Ring basket itu berada di sisi selatan di area basket 3 on 3. Tidak hanya sekali, kerusakan sudah terjadi sampai tujuh kali.

Pelaksana proyek pun tak mengetahui penyebab ring basket itu rusak. Kontraktor menegaskan ring basket yang dipasang sudah sesuai spesifikasi.

“Ring sudah sesuai spesifikasi. Ada pir dan bahan pipa tebal. Kerusakan sampai tujuh kali. Sekarang posisinya rusak lagi. Kami juga tidak tahu rusaknya karena apa. Kalau bola basket biasa, kok rusak sampai tujuh kali,” kata Site Manager CV Tamanan Berkarya, Suwardi, saat ditemui di dekat alun-alun, Selasa (24/1/2023) siang.

Selain itu, ada 52 lampu rusak dan sudah diganti. Ada yang rusak karena mati ada pula yang hilang. Jumlah lampu hilang sekitar 15 lampu.

Di antara lampu yang hilang, ada lampu yang sebenarnya sudah diberi pengaman besi. Namun, lampu itu beberapa kali raib beserta besi pengamannya menyisakan kabel yang dibiarkan terkelupas. Kerusakan itu sudah diperbaiki.

Beberapa tanaman juga rusak diduga lantaran diinjak-diinjak. Pada beberapa bagian tembok pihak kontraktor sudah mengecat ulang. Namun, rampung pengecatan, tak berapa lama lokasi yang dicat kotor dan terkesan kumuh dengan noda bekas sepatu.

Pada saat pembukaan, sejumlah kursi taman rusak dan dipastikan sudah diganti. Beberapa bagian guiding block copot dan segera diperbaiki.

Suwardi mengakui pada bagian ornamen ada yang pengerjaannya kurang rapi. Saat ini bagian ornamen itu mulai dilakukan perbaikan.

Ornamen dilepas secara bertahap dan segera dipasang lagi setelah dilakukan pengecatan dan dirapikan. Terkait wahana permainan hingga ada anak yang kakinya terjebak di antara celah lantai, kontraktor juga menjelaskan segera diperbaiki.

Suwardi menegaskan proyek pembangunan sesuai aturan serta sesuai perencanaan. Selama proyek berjalan, Suwardi mengatakan pihak kontraktor memastikan kembali bahan-bahan yang digunakan kepada dinas terkait apakah bahan yang disiapkan sesuai dengan spesifikasi.

Dia mengakui ada keterlambatan pengerjaan proyek alun-alun dari tenggat waktu sesuai kontrak pekerjaan. Namun, dia memastikan denda atas keterlambatan tersebut sudah dibayar.

Kontraktor juga membenarkan selama setahun tetap ada pemeliharaan dari kontraktor. Kerusakan-kerusakan serta pengerjaan proyek yang belum rapi segera diperbaiki.

Hingga kini, kontraktor mengaku sudah mengeluarkan dana Rp50 juta untuk perbaikan kerusakan fasilitas di alun-alun selama belum segenap dibuka untuk umum.

Suwardi berharap berbagai pihak bersama-sama ikut merawat dan menjaga fasilitas yang sudah dibangun. Selain itu, memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai peruntukannya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Klaten, Pramana Agus Wijanarka, menjelaskan kerusakan fasilitas yang ada di alun-alun masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Masa pemeliharaan berlaku selama satu tahun.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode