Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kena Bully, Ketua Kompolnas Benny Mamoto Malu Dibohongi Ferdy Sambo

Benny Mamoto menjadi bahan perundungan publik beberapa hari lalu karena salah menyimpulkan terkait kasus penembakan Brigadir J yang melibatkan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.
SHARE
Kena Bully, Ketua Kompolnas Benny Mamoto Malu Dibohongi Ferdy Sambo
SOLOPOS.COM - Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto merasa malu karena dibohongi mentah-mentah oleh juniornya di Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.

Seperti diketahui, Benny Mamoto menjadi bahan perundungan publik beberapa hari lalu karena salah menyimpulkan terkait kasus penembakan Brigadir J yang melibatkan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Pada awal kasus tersebut terungkap ke publik, Benny menegaskan tidak ada kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir J.

Benny dengan yakin mempercayai hasil investigasi Polres Jakarta Selatan yakni Brigadir J tewas dalam sebuah baku tembak dengan Bharada E.

Baca Juga: Kasus Disetop, Tidak Ada Pelecehan Seksual terhadap Istri Ferdy Sambo

Faktanya, baku tembak di antara keduanya merupakan skenario belaka yang diotaki oleh Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Atas kesalahannya itu, Benny mengaku malu karena termakan cerita bohong skenario Ferdy Sambo, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“[Saya] malu, karena apa? Malu karena di-bully. Padahal bully-annya hanya sepotong dialog yang kemudian ditambah narasi dan diviralkan,” ujar Benny melansir dari acara Rossi Kompas TV, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Profil Deolipa Yumara, Anak Tentara yang Nyentrik sebagai Pengacara

Rasa malu tersebut juga dibarengi dengan rasa marah karena dirinya telah dibohongi mentah-mentah oleh Ferdy Sambo lewat skenario baku tembak yang tak pernah terjadi.

“Sebagai manusia tentu kita malu dan saya marah sekali dengan yang membuat skenario ini karena saya jadi korban,” imbuh purnawirawan bintang dua Polri itu.

Soal kesalahannya tersebut Benny berdalih informasi yang disampaikannya kepada publik merupakan informasi resmi alias yang dinilai paling kredibel yakni pernyataan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto.

Baca Juga: Dipaksa Sambo Tembak Brigadir J, Bharada E Bisa Bebas karena Pasal Ini

“Dalam kasus Duren Tiga, Kompolnas sudah berusaha klarifikasi dan datang ke Kapolres Jakarta Selatan untuk mendapatkan penjelasan tentang penanganan kasus. Penjelasan Kapolres tersebut kemudian yang Kompolnas sampaikan ke publik karena sumbernya resmi,” tutur Benny kepada Bisnis, Rabu (10/8/2022).

Menurut Benny, kesalahan sumber informasi itulah yang membuatnya merasa menjadi korban. Dia pun memastikan bahwa Kompolnas akan selalu berusaha netral dalam menengahi sebuah kasus.

“Kesan seperti itu [dianggap membela Sambo] mungkin muncul di masyarakat, tetapi kami Kompolnas selalu berada di posisi netral,” ujarnya.

Baca Juga: Profil Deolipa Yumara, Anak Tentara yang Nyentrik sebagai Pengacara

Hal itu dibuktikannya dengan mengunjungi langsung keluarga Brigadir J di Jambi untuk mendengarkan langsung keluh kesah atau temuan kejanggalan dari mereka.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Irjen Ferdy Sambo sempat mengundang Kompolnas sebelum kasus penembakan Brigadir J atau Nopriansyah Yosua mencuat.

Menurutnya, ada pengecohan psikologis yang dilakukan Sambo dengan bertemu dengan Kompolnas. Dalam pertemuan itu, sambung Mahfud, Sambo menangis terisak sambil mengaku dizalimi sebagai bentuk pengondisian agar skenario kematian Brigadir J adalah akibat baku tembak.

Baca Juga: Deolipa Diancam Bunuh Sejak Hari Pertama Jadi Pengacara Bharada E

“Itu sudah ada jebakan psikologis kepada orang tertentu bahwa itu tembak menembak. Siapa itu satu, Kompolnas, Kompolnas hari Senin diundang ke kantornya hanya untuk nangis di depan Kompolnas. ‘Saya teraniaya, sendiri ada di situ saya tembak habis dia’ ‘apa yang terjadi pak’ ‘waduh saya terhina saya dizalimi’ nangis-nangis gitu,” kata Mahfud dalam tayangan Podcast Deddy Corbuzier, dikutip Jumat (12/8/2022).

Mahfud menilau, tangisan Sambo di depan Kompolnas adalah upaya pengondisian psikologis agar ada orang yang membela Sambo.

Tak hanya itu, Sambo juga diketahui menghubungi sejumlah orang di antaranya anggota DPR RI untuk melakukan hal serupa.

Baca Juga: Brigadir J Berlutut, Bharada E Tembak 4 Kali atas Suruhan Ferdy Sambo

Namun Menko Polhukam enggan menyebutkan siapa anggota DPR yang Sambo coba hubungi meskipun akhirnya tidak mendapatkan respons.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Sempat Salah Simpulkan Kasus Brigadir J, Benny Mamoto Mengaku Malu



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode