Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dibayangi Pelemahan Rupiah, IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih cenderung melemah pada perdagangan, Kamis (29/9/2022) di tengah kejatuhan bursa global.
SHARE
Dibayangi Pelemahan Rupiah, IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan
SOLOPOS.COM - Ilustrasi investor memantau pergerakan saham di pasar modal. (freepik)

Solopos.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih cenderung melemah pada perdagangan, Kamis (29/9/2022) di tengah kejatuhan bursa global.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan pola gerak IHSG menjelang akhir kuartal yang ketiga masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi tekanan yang terlihat belum akan berakhir.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

“Pergerakan market global maupun regional terlihat masih membayangi pergerakan IHSG saat ini,” paparnya dalam riset.

Minimnya sentimen yang dapat mendorong kenaikan IHSG karena masih terjadinya perlambatan ekonomi juga turut membayangi pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

Hari ini IHSG berpotensi melemah dalam rentang 6.998 – 7.236. Rekomendasi saham pilihannya adalah BBCA, GGRM, LSIP, BBNI, TLKM, BSDE, UNVR. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup pada posisi 7.077,03 atau turun 0,49 persen pada Rabu (28/9/2022).

Baca Juga: Begini Cara Mempersiapkan Keuangan untuk Menghadapi Resesi Global

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan dalam risetnya menjelaskan, IHSG ditutup melemah didorong kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi bahkan akan bertahan hingga 2023.

Hal tersebut diperkirakan akan mendorong perekonomian melemah dalam jangka panjang. Dennies memprediksi IHSG akan kembali melemah pada perdagangan hari ini.

Secara teknikal, candlestick long black body dengan volume rendah dan stochastic membentuk deadcross, namun bergerak di sekitar area oversold sehingga pergerakan diperkirakan akan terbatas.

Sementara pergerakan akan minim sentimen dari data ekonomi. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah masih akan menjadi faktor penekan.

Selanjutnya, Dennies memperkirakan IHSG bergerak pada level support 7.019 dan 7.048 serta resistance 7.131 dan 7.185. Beberapa rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini adalah WIIM, RALS, EXCL.

Baca Juga: Ikut Luncurkan Saham Rakyat, Kaesang Pangarep: Investasi Saham Tidak Rumit

Sepanjang perdagangan kemarin IHSG bergerak pada rentang 7.073,47 – 7.156,98. Tercatat, 147 saham menguat, 391 saham melemah dan 148 saham bergerak di tempat.

Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.320,69 triliun. PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) terpantau menjadi saham dengan koreksi terbesar hari ini setelah turun 9,52 persen ke Rp133.

Saham lain yang terpantau melemah adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 5,71 persen ke Rp132, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang terkoreksi 5,64 persen ke level Rp3.850 serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan pelemahan 2,04 persen ke Rp1.925.

Tak ketinggalan, saham PT Black Diamond Resources Tbk. (COAL) anjlok 6,91 persen, dan saham PT Bumi Resources Mineral Tbk. (BRMS) tergelincir 6,63 persen.

Saat IHSG melemah, saham emiten rokok seperti PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mampu menguat 6,78 persen, dan saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) naik 3,95 persen.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Solopos.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode