Diadukan Warga, Warung & Kafe Miras di Semarang Digerebek Satpol

Satpol PP Kota Semarang menggerebek warung dan kafe yang menjajakan minuman keras atau miras.
SHARE
Diadukan Warga, Warung & Kafe Miras di Semarang Digerebek Satpol
SOLOPOS.COM - Satpol PP Kota Semarang menggerebek sebuah warung yang menjajakan minuman keras atau miras, Jumat (22/1/2022). (Solopos.com-Satpol PP Semarang)

Solopos.com, SEMARANG — Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mengamankan 36 botol minuman keras (miras) berbagai jenis pada Jumat (21/1/2022). Puluhan botol miras itu disita dari satu warung dan dua kafe yang beroperasi di wilayah Semarang Timur.

Ke-36 botol miras yang disita itu terdiri dari 11 botol miras jenis Congyang, 23 botol miras jenis Markas, satu botol miras jenis anggur merah, dan satu botol miras jenis soju.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Selain mengamankan 36 botol miras, dalam operasi yustisi itu Satpol PP juga merobohkan satu warung penjual miras dan menyegel dua kafe tersebut. Satpol PP Kota Semarang juga menyita KTP pemilik warung dan kafe.

Baca juga: Polres Semarang Musnahkan 5.000 Liter Miras

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengaku pihaknya melakukan razia dan penggerebekan tempat penjualan miras itu setelah mendapat aduan dari masyarakat. Warga mengaku resah dengan menjamurnya tempat penjualan miras di wilayahnya hingga kerap mengganggu ketertiban umum.

“Aduan warga itu kami tindaklanjuti dengan operasi yustisi ini. Warga mengaku resah dengan adanya warung dan kafe yang menjual miras,” ujar Fajar, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/1/2022).

Terlebih lagi, menurut Fajar, warung dan kafe yang dirazia itu menjual miras secara terang-terangan. Mereka juga kerap melayani pembeli di bawah umur.

“Apalagi sebentar lagi menjelang bulan puasa. Kami tak ingin situasi di Kota Semarang menjadi tidak kondusif akibat banyak orang yang mabuk. Makanya, kurangilah intensitas jualan miras. Masak sekarang jualan miras kayak pedagang umum, dijual secara terang-terangan,” ujar Fajar.

Baca juga: Lagi! Satpol PP Semarang Razia PGOT, 14 Manusia Silver Tertangkap

Sementara itu disinggung terkait aksi petugas Satpol PP yang merobohkan warung dan menyegel kafe, Fajar, mengaku hal itu dilakukan agar memberikan efek jera kepada si penjual.

“Kita robohkan dan seger agar mereka merasa jera. Nanti biar mereka mengurus di Satpol PP dengan membawa surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” tegas Fajar.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago