Di Tangan Ibu RT Asal Palur Ini, Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan

Seorang ibu rumah tangga asal Palur, Karanganyar membuka usaha penampungan minyak jelantah yang bisa ditukarkan dengan uang. Siapa saja bisa menukarkan minyak jelantah mereka di sini.
SHARE
Di Tangan Ibu RT Asal Palur Ini, Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan
SOLOPOS.COM - Penampungan Minyak Jelantah Palur, Karanganyar Selasa (18/01/2022). (Solopos.com/Diva Kristya)

Solopos.com, KARANGANYAR — Minyak goreng bekas alias jelantah kerap menjadi persoalan tersendiri di kalangan ibu-ibu rumah tangga. Jika dibuang sembarangan maka bisa mencemari lingkungan. Namun, jika tidak dibuang, bingung mau diapakan.

Menjawab persoalan ini, seorang warga Palur, Karanganyar, Krisdiyanti, membuka usaha penampungan minyak jelantah. Ia menampung minyak jelantah dari warga sekitar sebelum mengirimkan ke pengepul lain dengan skala yang lebih besar untuk selanjutnya diolah.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Ditemui Solopos.com, Selasa (18/1/2022), Krisdiyanti yang seorang ibu rumah tangga ini mengaku mendapat ide untuk mengumpulkan minyak jelantah dari pengalaman pribadinya. Ia kerap dihadapan pada persoalan menumpuknya minyak jelantah namun enggan membuang sembarangan.

Baca Juga: Kisah Susi Ikuti Latsar CPNS Boyolali Saat Hamil 9 Bulan

Krisdiyanti lantas mendapat informasi adanya pihak yang bisa mengolah minyak jelantah ini. Akhirnya ia memutuskan untuk membuat penampungan minyak jelantah.

“Kami membuka tabungan penampungan minyak jelantah, dibuka untuk siapa saja yang ingin menabung minyak jelantahnya kami terima. Tapi kami hanya menampung, bukan pengolahan minyak,” papar Krisdiyanti di kediamannya.

Ia menggunakan sistem tabungan, seperti banyak digunakan oleh pengelola bank sampah. Warga yang mengumpulkan minyah jelantah akan dicatat jumlahnya. Nantinya, minyak sisa tadi bisa diuangkan. Warga bisa menyetor minyak jelantah minimal satu liter.

Baca Juga: Jadi Peternak Merpati Hias, Eks Guru Honorer Ini Raup Rp50 Juta/Bulan

Krisdiyanti menyebut metode pembayarannya fleksibel mengikuti kemauan masyarakat. Bisa langsung dibayar, atau ditabung. Untuk harga tiap liter minyak jelantah yang disetor, menurut dia, tidak pasti. Bergantung harga minyak goreng saat itu.

Dilansir dari Jurnal Dharma Bakti-LPPM IST AKPRIND Yogyakarta, minyak goreng bekas bisa dimanfaatkan menjadi bahan lain, misal menjadi bahan bakar lilin, diproduksi menjadi sabun, pembersih lantai, dan lainnya. Namun, karena minimnya alat serta kurangnya pelatihan keterampilan masyarakat, pemanfaatan limbah minyak goreng belum optimal.

Bagi masyarakat yang ingin menabung minyak jelantah, bisa langsung datang ke tempat Kridiyanti di Perumnas Ngringo, Jl. Flamboyan 1, No 10, Ngringo, Palur, Karanganyar. Kridiyanti juga melayani pengambilan minyak jelantah door to door untuk wilayah Karanganyar dan Kota Solo.

Baca Juga: Inspiratif, Anak Buruh Tani Sumberlawang Sragen ini Kuliah S2 di Swedia

Ia berharap usahanya ini bisa membuat masyarakat lebih peduli pada lingkungan mereka sekaligus mendapatkan manfaat dari minyak jelantah yang bisa diuangkan tersebut.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago