top ear
Sejumlah pengunjung mencuci tangan sebelum masuk Kantor Bank Jateng Sragen, Jumat (16/10/2020). (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)
  • SOLOPOS.COM
    Sejumlah pengunjung mencuci tangan sebelum masuk Kantor Bank Jateng Sragen, Jumat (16/10/2020). (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)

Di Sragen, Bank Jateng Bentengi Diri Pakai Protokol Kesehatan

Pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk Kantor Bank Jateng Sragen demi menerapkan perubahan perilaku di tengah pandemi Covid-19.
Diterbitkan Sabtu, 17/10/2020 - 01:25 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN — Bank Jateng membentengi diri dari serangan virus corona jenis baru dengan menerapkan protokol kesehatan di kantotnya di Sragen, Jawa Tengah. Dengan menerapkan perilaku baru sesuai protokol pencegahan Covid-19, diharapkan memberikan pelayanan prima kepada nasabah.

Setelah memarkir sepeda motor, sejumlah tamu bergegas masuk ke Kantor BPD Bank Jateng Cabang Sragen, Jumat (16/10/2020). Sesampainya di pintu masuk, seorang petugas satpam mengarahkannya untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

Sebuah wastafel portabel terpasang di sisi timur pintu masuk Kantor Bank Jateng Sragen. Sejak terjadi pandemi Covid-19, cuci tangan menjadi ritual wajib bagi pengunjung Kantor Bank Jateng Sragen. Semua tamu wajib mengenakan masker ketika mau masuk kantor bank itu.

Coret Tembok Saat Tagih Utang, Debt Collector & Pemilik Adu Mulut

Apabila kedapatan tidak membawa masker, mereka tidak diizinkan masuk. Terkadang, dari Bank Jateng juga menyediakan masker yang bisa dipakai secara gratis oleh pengunjung.

Sebelum masuk, suhu tubuh semua tamu juga wajib diukur dengan menggunakan thermo gun. Bagi tamu yang bersuhu tubuh di atas 37,3 derajat Celcius, tidak dibolehkan masuk Kantor Bank Jateng Sragen.

Dikawal Ketat Satpam

Petugas satpam akan mengarahkan tamu tersebut segera periksa kesehatannya. "Bila perlu bantuan, kami bisa menyediakan sarana transportasi yang bisa dipakai untuk mengantar periksa kesehatan," jelas Kepala Bank Jateng Cabang Sragen, Retno Tri Wulandari, saat ditemui Solopos.com di kantornya.

Lagu Debut Grup Refund Sister Geser Dynamite BTS di Tangga Lagu

Demi menjaga jarak satu sama lain, jumlah pengunjung Kantor Bank Jateng Sragen dibatasi. Ini karena tidak semua tempat duduk bisa dipakai oleh pengunjung. Sebagian tempat duduk itu telah dipasangi tanda larangan duduk.

"Saat Sragen masuk zona merah, kami juga melengkapi karyawan yang bertugas di RSUD [dr. Soehadi Prijonegoro Sragen] dengan APD [alat pelindung diri] sekali pakai. Saking takutnya teman-teman, kami menyemprot berkas dan uang dari sana dengan disinfektan. Jadi, berkas dan uang yang basah itu harus kami jemur dahulu sekitar 15 menit sebelum kami simpan. Tapi, sekarang tidak lagi karena Sragen bukan lagi zona merah," papar Wulan.

Retno menyadari sebagai kantor perbankan, siapapun bisa keluar masuk Bank Jateng untuk mengakses layanan. Oleh sebab itu, Bank Jateng merasa perlu untuk melaksanakan protokol kesehatan demi mencegah potensi penularan Covid-19.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini