[ X ] CLOSE

Di-bully Gegara Ini, Bupati Wonogiri Santai

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menanggapi santay bully-an yang dialamatkan kepadanya akibat kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.
Di-bully Gegara Ini, Bupati Wonogiri Santai
SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (25/2/2021). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI – Bupati Wonogiri, Joko Sutoro, sempat kena bully akibat kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang tak kunjung dicabut.

Sampai pekan pertama pertama Maret 2021 ini belum memberi sinyal bakal mencabut larangan pembukaan tempat wisata dan pembukaan kawasan alun-alun untuk berjualan. Hal itulah yang kemudian membuat Jekek, sapaan akrab Bupati Wonogiri, di-bully.

Bupati Wonogiri itu mengaku sempat kena rundungan atau bully dari sejumlah orang karena tetap mempertahankan kebijakan tersebut hingga kini. Hanya, dia tak bersedia memerinci rundungan disampaikan melalui apa dan enggan menyebut pihak yang merundungnya.

Baca juga: Pencarian Luweng di Wonogiri: Keruk Tanah Pakai Linggis & Bawa Alat Panjat Tebing

Jekek mengatakan mereka ingin Wonogiri seperti daerah lain yang berpihak kepada masyarakat. Indikator yang dipakai orang tersebut, yakni daerah lain tetap membuka tempat wisata, membuka kawasan kegiatan ekonomi warga, membolehkan warga menggelar hajatan, dan sebagainya.

“Toh yang saya lakukan ini berdampak positif. Jumlah akumulasi kasus Covid-19 di Wonogiri paling rendah se-Soloraya hlo. Sekarang pun kondisi epidemiologinya membaik. Penambahan kasus kecil,” ulas Jekek.

Jekek menilai atas kebijakan yang diambil itu Wonogiri tak gagap dalam menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tingkat kabupaten. Itu karena kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat di Wonogiri dibuat jauh sebelum PPKM bergulir.

Baca juga: Waduk Cengklik Park Boyolali Dibuka, Ada Kampung Sakura di Dalamnya

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Alun-Alun Wonogiri menyatakan pengurus paguyuban tidak pernah menyampaikan protes, terlebih sampai mem-bully Bupati. Apabila menyampaikan aspirasi paguyuban mengutamakan diskusi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan.

Selama ini koordinasi dengan dinas tersebut berjalan baik. Menurut dia pedagang alun-alun selalu mematuhi kebijakan Bupati. Namun, dia tak pedagang juga berharap Bupati membolehkan pedagang berjualan di kawasan alun-alun lagi, meski ke depan masa berlaku PPKM diperpanjang. Seperti diketahui, masa berlaku PPKM akan berakhir 8 Maret 2021 mendatang.

Baca juga: Solo Bakal Punya Hetero Space, Ini Penjelasan Wali Kota Gibran



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago