Desa Jatisari Jadi Pusat Studi Porang di Wonogiri

Saat ini hampir setiap hari ada pihak yang menimba ilmu tentang perporangan di Desa Jatisari, Jatisrono, Wonogiri.
SHARE
Desa Jatisari Jadi Pusat Studi Porang di Wonogiri
SOLOPOS.COM - Pengunjung belajar mengenai porang di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Januari 2022. (Istimewa/Teguh Subroto)

Solopos.com, WONOGIRI—Petani di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri berencana membangun agrowisata dan pusat studi porang dari hulu hingga hilir.

Porang menjadi komoditas unggulan di desa tersebut sejak dua tahun terakhir. Pengembangan usaha pertanian komoditas tersebut di desa itu dinilai berhasil.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Dewan Penasihat Petani Penggiat Porang Nusantara (P3N) Cabang Wonogiri yang juga Kepala Desa (Kades) Jatisari, Teguh Subroto, kepada Solopos.com, Selasa (25/1/2022), menyampaikan saat ini hampir setiap hari ada pihak yang menimba ilmu tentang perporangan di Desa Jatisari. Mereka merupakan petani muda, mahasiswa, pelajar, dan pihak dari lembaga/instansi pertanian.

Baca Juga: Melihat Pusat Budidaya Porang di Jatisrono Wonogiri

Banyak tamu dari luar Kabupaten Wonogiri. Menurut Teguh, hal tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, dia bersama petani porang di desanya akan membangun agrowisata dan pusat studi porang.

“Kami berpikir ini peluang. Saat ini kami dibantu mahasiswa KKN [kuliah kerja nyata] dari UNS [Universitas Sebelas Maret Solo] sedang membuat konsepnya. Nanti agrowisata kami lengkapi dengan wahana outbound [manca krida], rumah adat, pusat kuliner, dan lainnya,” ucap Teguh saat dihubungi.

Dia melanjutkan, lahan yang akan dijadikan destinasi agrowisata porang merupakan lahan yang kini ditanami porang, seluas lebih kurang 4,5 ha di dua lokasi di Dusun Tanduran dan lebih dari 2 ha di Dusun Cinderejo. Lahan itu dikelola Teguh.

Baca Juga: Budidaya Porang Wonogiri Mudah, Untung Berlimpah

Selain itu di lahan seluas lebih dari 3 ha yang dikelola para petani tersebar di sejumlah dusun. Konsep agrowisata yang digagas petani, yakni menyajikan wisata edukasi perporangan. Target pengunjung adalah petani muda, mahasiswa, pelajar, dan pihak dari lembaga/instansi yang konsen di pertanian.

Teguh dan petani pengembang porang lainnya di Desa Jatisari dapat memberi edukasi perporangan dari hulu hingga hilir, seperti penentuan lahan, pengolahan lahan, olah pupuk, pembuatan pupuk, pembibitan, penanaman, pola tanam, perawatan, hingga pemasaran produksi umbi dan bibit.

“Kami sedang mengurus sertifikasi benih porang. Hari ini ada pemantauan dari Balai Benih Perkebunan Jawa Tengah dalam rangka untuk menentukan layak dan tidaknya benih kami mendapat sertifikasi. Benih bersertifikasi bisa menjadi jaminan bahwa benih yang kami hasilkan unggul dan berkualitas. Ini juga menjadi poin plus untuk pengembangan agrowisata ke depan,” ulas Teguh.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago