Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Desa Ibunda Jokowi di Boyolali Absen jadi Percontohan IF, Kenapa?

Desa masa kecil ibunda Presiden RI, Joko Widodo, yakni Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali menjadi daerah percontohan program unggulan kementerian pertanian dengan nama Integrated Farming (IF) pada 2021.
SHARE
Desa Ibunda Jokowi di Boyolali Absen jadi Percontohan IF, Kenapa?
SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo (paling depan) didampingi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (depan, dua dari kanan), berkeliling di area penanaman kelapa genjah di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Kamis (11/8/2022). (Solopos/Ni’matul Faizah).

Solopos.com, Boyolali — Desa masa kecil ibunda Presiden RI, Joko Widodo, yakni Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali menjadi daerah percontohan program unggulan kementerian pertanian dengan nama Integrated Farming (IF) pada 2021.

Akan tetapi, Kepala Desa Giriroto, Purwanto menjelaskan tidak semua program dari IF yang tersalurkan dan memberi hasil signifikan, salah satunya Jagung.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Hasil panen jagung tidak terlalu signifikan, yang lebih terlihat hasil panennya itu kacang. Selain itu, kambing nya juga masih bagus perkembangannya,” kata Purwanto.

Kepala Desa Giriroto, Purwanto menjelaskan program tersebut menekankan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Bentuk kegiatannya mengelola lahan kosong di pekarangan, program ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan.

“Program itu berupa pemberian aneka bantuan kepada masyarakat, seperti benih jagung, kelapa, jeruk, padi, kacang, lele, ayam, dan lainnya,” ucap dia saat dihubungi Solopos.com melalui WhatsApp, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Ekosistem Jahe Merah Kalbe Sejahterakan Petani Muda Boyolali

Kegiatan IF terpadu dalam satu lokasi dengan banyak komoditas baik holtikultura, perkebunan, peternakan, dan lainnya. Namun, pihak kabupaten tidak mengusulkan kembali program tersebut dalam APBN 2023.

Analis Pasar Hasil Pertanian Dinas Pertanian Boyolali, Agung Harijono menjelaskan, pihaknya tidak mengusulkan lagi proram IF karena melihat hasil evaluasi dari program tersebut yang dinilai kurang berjalan dengan baik.

“Kami evaluasi dengan kementerian juga, itiknya gimana, lele nya gimana, cabai nya gimana, dan tanaman yang lain. Karena di situ kemarin juga banyak jagung dan padi,” ucap dia saat ditemui Solopos.com di Kantor Dinas Pertanian Boyolali, Kamis (18/8/2022).

“Karena yang lalu-lalu kurang bisa jalan, ketika ada IF mau usulkan lagi, kekhawatiran kami itu seperti kemarin lagi,” ucap dia.

Ia mengatakan, program dari pusat tersebut bagus, tapi kalau tidak disiapkan dan dikoordinasikan dengan baik antar lembaga, hasilnya kurang maksimal. Selain itu, menurutnya, kesiapan dari masyarakarkat juga masih kurang.

Baca juga: Petani Bahagia, PLN Sambung Listrik Persawahan di Sambi Boyolali

Agung menjelaskan jenis bantuan lain dari Kementerian pertanian ada IP400, yakni khusus komoditas padi. “Meskipun dalam IF dalam satu hamparan ada padi juga, tapi di IF lebih beragam komoditasnya,” ucap dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode