top ear
Aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang dibubarkan aparat kepolisian dengan tembakan water canon dan gas air mata. (Imam Yuda S / Semarangpos.com)
  • SOLOPOS.COM
    Aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang dibubarkan aparat kepolisian dengan tembakan water canon dan gas air mata. (Imam Yuda S / Semarangpos.com)

Demo Tolak Omnibus Law di Kantor DPRD Jateng Ricuh, Gas Air Mata & Water Canon Ditembakkan

Aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Jateng, Rabu (7/10/2020) yang diwarnai kerusuhan dibubarkan dengan tembakan gas air mata serta water canon.
Diterbitkan Rabu, 7/10/2020 - 17:19 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, SEMARANG – Aksi demo dan unjuk rasa menentang UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Rabu (7/10/2020) berakhir ricuh.

Aksi unjuk rasa yang diikuti buruh, mahasiswa, dan pelajar SMK itu pun harus diakhiri dengan pelepasan water canon atau meriam air dan gas air mata dari aparat kepolisian.

Aksi yang diikuti ribuan orang ini dimulai sejak pukul 12.00 WIB. Sejak awal dimulai tanda-tanda kerusuhan sudah terlihat. Hal itu ditandai dengan robohnya gerbang Gedung DPRD Jateng setelah didorong para peserta aksi.

Selepas itu, para peserta aksi demo melakukan pelemparan benda-benda tumpul ke arah aparat kepolisian yang berjaga di kompleks Gedung DPRD Jateng.

UNS Solo Menggugat, Ratusan Mahasiswa Demo Tolak Omnibus Law

Menjelang pukul 15.00 WIB, aksi unjuk rasa bertambah panas. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Auliansyah Lubis, bahkan beberapa kali sempat naik ke atas mobil guna menenangkan para demonstran.

"Tenang-tenang, yang di [barisan] depan ini juga teman kalian. Jangan melempar lagi," ujar Auliansyah.

Namun, imbauan Kapolrestabes Semarang itu tidak digubris oleh peserta aksi. Bahkan, beberapa koordinator kelompok peserta aksi pun juga sempat memberikan imbauan agar tidak terjadi tindak anarkistis.

Nestapa Remaja Sragen 10 Tahun Hilang Terpisah dari Keluarga: Ngamen hingga Dipukuli

Rusuh

Meski demikian, hal itu seperti tak memberikan efek bagi peserta aksi demo di depan kantor DPRD Jateng. Mereka tetap melakukan pelemparan batu, besi, bom asap, hingga petasan ke arah Gedung DPRD Jateng dan aparat kepolisian.

Akibat aksi peserta demonstrasi itu pun sejumlah orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, sejumlah kendaraan yang terparkir di halaman Kantor DPRD Jateng pun rusak terkena lemparan benda tumpul.

Hingga pukul 16.00 WIB, kerusuhan dalam aksi demo di depan gedung DPRD Jateng itu tidak kunjung mereda. Pihak kepolisian pun langsung menembakkan water canon serta gas air mata ke arah demonstran.

Demo di Kantor DPRD Jateng Rusuh, 1 Mahasiswa Kena Lemparan Besi

Tak berselang lama, aksi demonstrasi pun bisa dibubarkan. Beberapa demonstran yang melakukan pelemparan pun diamankan aparat kepolisian.

"Saya hanya ikut-ikutan pak. Saya dari SMK 3 [Semarang]," ujar seorang demonstran yang melakukan tindak anarkistis saat diciduk petugas, Dian.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini