top ear
Suasana kios empon-empon di Pasar Gede Solo yang ramai pembeli, Selasa (3/3/2020) siang. (Solopos/Mariyana Ricky P.D)
  • SOLOPOS.COM
    Suasana kios empon-empon di Pasar Gede Solo yang ramai pembeli, Selasa (3/3/2020) siang. (Solopos/Mariyana Ricky P.D)

Demi Tangkal Corona, Warga Terjang Hujan Abu Merapi Untuk Berburu Jamu di Pasar Solo

Kios empon-empon di Pasar Gede Solo diserbu warga.
Diterbitkan Selasa, 3/03/2020 - 22:06 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D
2 menit baca
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, SOLO -- Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi yang mengguyur Solo, Selasa (3/3/2020) pagi, tak jadi penghalang bagi warga untuk berburu jamu dan rempah-rempah (empon-empon).

Mereka percaya jamu mampu menangkal virus corona karena meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu pasar yang diserbu warga adalah Pasar Gede Solo.

Salah seorang warga Kelurahan/Kecamatan Serengan, Ambar, mengaku tak hanya beli rempah-rempah untuk dirinya sendiri tapi juga untuk keluarganya di Jakarta.

Menurut dia, stok empon-empon di ibu kota negara itu sudah menipis sehingga keluarganya meminta dikirimi dari Solo.

Perempuan 50 tahun itu membawa pulang dua kilogram temulawak, satu kilogram kunyit, 500 gram jahe, dan 250 gram kayu manis serta 1,5 kilogram gula aren.

Pria Ini Punya 4 Istri & 16 Selingkuhan Hidup Rukun Serumah

“Totalnya Rp205.000. Mau saya kirim pakai ekspedisi kargo. Kemungkinan Rabu siang sampai jadi bisa segera dikonsumsi,” kata dia kepada Solopos.com, Selasa.

Ia percaya campuran empon-empon tersebut dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga terhindar dari virus corona.

Warga Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Rita Dianawati, mengaku berburu jahe, kunyit, kencur, dan temulawak. Ramuan itu diminumnya setiap petang untuk menjaga kekebalan tubuh.

Geramnya Dokter Tirta Lihat Reporter TV Pakai Respirator Saat Live

“Saya beli masing-masing satu kilogram, 500 gram, 250 gram, dan 500 gram. Sebenarnya tidak ada corona pun saya sudah rutin beli,” ucapnya.

Meskipun banyak diburu warga, harga empon-empon tak naik. Jahe putih basah, misalnya, harganya stabil Rp50.000 per kilogram sedangkan jahe merah basah Rp60.000 per kilogram. Satu kilogram kunyit Rp50.000 dan temulawak Rp20.000.

“Kalau jahe kering lebih mahal. Jahe putih kering Rp100.000 per kilogram, jahe merah kering Rp200.000. Tapi saya lebih suka basah,” jelasnya.

Warga Jebres Solo Dianiaya Temannya Saat Pesta Miras, Penyebabnya Karena Ejekan

Salah seorang penjual empon-empon, Widodo, menyebut permintaan bahan-bahan jamu meningkat beberapa waktu terakhir. Mereka juga mencari ramuan jamu kemasan siap seduh yang di dalamnya sudah berisi empon-empon kering.

“Ada sedikit kenaikan, tapi tidak banyak. Stok jahe basah tinggal sedikit, begitu pula kencur basah, dan temulawak basah. Karena itu saya sarankan beli yang kering karena lebih awet. Tapi semua itu tergantung pembeli. Saya tidak menaikkan harga,” kata dia.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini