top ear
Suasana dialog yang membahas pembentukan forum komunikasi perguruan silat di Pendapa Sumonegaran, Rumdin Bupati Sragen, Minggu (12/7/2020). (Istimewa/Kesbangpol Sragen)
  • SOLOPOS.COM
    Suasana dialog yang membahas pembentukan forum komunikasi perguruan silat di Pendapa Sumonegaran, Rumdin Bupati Sragen, Minggu (12/7/2020). (Istimewa/Kesbangpol Sragen)

Demi Sragen Tetap Kondusif, Bupati Bentuk Forum Komunikasi Perguruan Silat

Forum komunikasi perguruan silat dibentuk di Kabupaten Sragen yang melibatkan 10 perguruan silat.
Diterbitkan Senin, 13/07/2020 - 08:00 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen, Kurdinar Untung Yuni Sukowati, menginisiasi pembentukan forum komunikasi pengurus perguruan silat di Bumi Sukowati, Minggu (12/7/2020).

Forum komunikasi itu dibentuk dalam pertemuan di Pendapa Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Minggu pagi. Pertemuan itu diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sragen, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sragen, Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Sragen serta pengurus 10 perguruan silat di Sragen.

3 Jenis Kalung Ini Diklaim Jadi Penangkal Corona

Sebelum forum komunikasi perguruan silat itu dibentuk, forum menghendaki pembentukan tim formatur yang terdiri atas 12 unsur. Ke-12 unsur itu meliputi pengurus KONI, pengurus IPSI dan pengurus 10 perguruan silat di Sragen. Setelah tim formatur berembuk, disepakati Heru Agus Santoso yang mewakili Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) Sragen Parluh 17 ditunjuk sebagai Ketua I, Surtono yang menjadi Ketua PSHT Sragen Parluh 16 sebagai Ketua II.

“Forkompinda terlibat dalam forum sebagai pelindung, penasihat dan pembina. Setelah ini, pengurus inti kami minta segera membentuk struktur kepengurusan. Rencananya besok Minggu [18/7/2020], mereka akan kami kukuhkan. Harapan kami setelah dikukuhkan, segera ada sosialisasi ke tingkat bawah di tataran akar rumput,” ucap Bupati saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Tanggung Jawab

Forum komunikasi perguruan silat itu, kata Bupati, membantu kerja Forkompinda dalam menjaga Sragen tetap kondusif. Dia berharap kesepakatan yang dibuat Forkompinda bersama perwakilan pengurus 10 perguruan silat di Gedung DPRD Sragen pada Senin (6/7/2020) lalu bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Selama mereka mau jaga komitmen, apa yang mereka minta akan kami fasilitasi. Misal butuh ruang untuk pembinaan atlet atau perlombaan yang muaranya untuk meraih prestasi, akan kami penuhi,” papar Bupati.

Sepekan Dirawat, Kontraktor Asal Gayam Sukoharjo Positif Covid-19 Meninggal

Sementara itu, Heru Agus Santoso, mengatakan kepengurusan lengkap dari forum komunikasi perguruan silat Sragen akan dibentuk dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (15/7/2020). Menurutnya, program pertama yang akan dilaksanakan forum setelah dikukuhkan adalah menjalin silaturahmi dengan semua pengurus perguruan silat di Bumi Sukowati.

“Selama ini antarpengurus perguruan silat jarang berkomunikasi. Jadi, kita mulai dulu dengan mempererat hubungan sesama pengurus perguruan silat. Nanti akan kami datangi satu per satu. Dengan memperbanyak komunikasi, harapan kami keributan antarperguruan silat tidak terulang lagi,” paparnya.


Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com



berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini