Debut, Selancar Indonesia Intip Peluang Medali Olimpiade Tokyo 2020

Indonesia meloloskan peselancar Rio Waida ke Olimpiade setelah menggantikan wakil Jepang, Shun Murakami, yang masuk dalam 10 terbaik di Liga Surfing Dunia (WSL) 2019.
Debut, Selancar Indonesia Intip Peluang Medali Olimpiade Tokyo 2020

Solopos.com, TOKYO—Surfing atau selancar Indonesia langsung mengincar medali di Olimpiade Tokyo 2020 meski cabang olahraga ini baru kali pertama dipertandingkan. Indonesia meloloskan atlet surfing, Rio Waida, tampil di Olimpiade. Rio menggantikan wakil Jepang, Shun Murakami, yang masuk dalam 10 terbaik di Liga Surfing Dunia (WSL) 2019.

Sesuai aturan kualifikasi Olimpiade, satu negara hanya boleh diwakili dua peselancar. Jepang sebelumnya sudah diwakili Kanoa Igarashi yang lolos usai masuk 10 terbaik WSL 2019 dan Hiroto Ohhara.

Antusiasme pun membuncah dari tim surfing Indonesia mengingat ini kali pertama mereka ikut serta dalam Olimpiade. Tak tanggung-tanggung, Indonesia langsung menargetkan medali dalam debutnya di ajang yang digelar 23 Juli-8 Agustus 2021 itu.

Baca Juga: Sponsor Sudah Berbagi, Aksi Sosial Persis Solo Dinanti

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI), Arya Sena Subyakto, melihat peluang meraih medali bukan mustahil karena Rio sudah melakukan persiapan matang sejak jauh hari.

“Kalau target terus terang kami ingin medali. Surfing ini nomor pertandingannya paling sedikit, shortboard putra dan shortboard putri. Selain itu hanya 20 peselancar terbaik di dunia yang bertanding. Kalau melihat kemampuan teknik atlet secara keseluruhan seimbang ya,” kata Arya dilansir detikcom, Rabu (14/7/2021).

Namun pihaknya mengakui faktor keberuntungan juga cukup memengaruhi hasil di olahraga surfing. Hal ini lantaran atlet membutuhkan ombak yang cukup untuk memamerkan keahlian berselancar.  “Faktor keberuntungan di surfing itu tinggi, 50%, sisanya skill,” ujar Arya.

Baca Juga: Kento Momota Waspadai  Anthony Ginting di Olimpiade Tokyo 2020

 

Alternatif

Di Olimpiade 2020, surfing akan dihelat di Tsurigasaki Surfing Beach, 25-28 Juli 2021. Selain Rio Waida yang lolos melalui 2019 ISA World Surfing Games, Indonesia menyiapkan I Ketut Agus Aditya Putra sebagai atlet alternatif.

Sejauh ini persiapan Rio dan Ketut menuju ajang multicabang terbesar dunia itu sudah 90%. Mereka terus digenjot dengan berlatih di ombak kecil di Pantai Padma, Bali. Hal ini untuk menyesuaikan karakter ombak di venue Olimpiade yang tak terlalu besar. Atlet surfing dijadwalkan terbang ke Tokyo pada Jumat (17/7/2021).

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago