Dear Mensos Risma: Jangan Paksa Tunarungu Bicara di Panggung!

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendapat kritik setelah meminta tunarungu bicara di panggung peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021

Solopos.com, SOLO – Tokoh difabel Kota Solo, Sugian Noor, menyayangkan sikap Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini terhadap kaum disabilitas dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021. Mensos belakangan banyak disorot karena memaksa seorang penyandang tunarungu berbicara di atas panggung saat acara tersebut.

Sugian menilai hal itu menunjukkan ketidakpahaman Mensos terhadap kemampuan difabel, khususnya tuna rungu. Sugian menyebut Bu Risma seperti tidak tahu kalau tunarungu punya kemampuan berbicara yang beragam. “Ini malah dipaksa harus bicara,” kata pengajar di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Solo itu saat ditemui wartawan di sela peringatan Hari Disabilitas Internasional di Omah Sinten, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Duh! Pak Guru Juga Terjaring Razia Disiplin Bermasker

Menurut Sugian, seorang pejabat, apalagi sekelas Mensos, mestinya mengetahui kemampuan dan keterbatasan kalangan difabel. Sugian mengatakan pemahaman tertentu dapat berdampak pada kebijakan yang diambil.

Sugian berharap semua pejabat memahami dulu dunia difabel seperti apa sebelum memberi kebijakan. Kebutuhan mereka seperti apa, apa yang mereka inginkan.

Seperti diketahui, seorang tunarungu bernama Stefan mengkritik Risma di panggung Hari Disabilitas Internasional di Gedung Kemensos, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Video Rekaman CCTV Pencurian ke-7 Kotak Infak di Karanganyar

Perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) itu kaget saat Mensos memaksa anak tunarungu dengan alat bantu dengar berbicara dengan pengeras suara. Menurutnya, penyandang disabilitas rungu biasa memakai bahasa isyarat agar lebih mudah dipahami dan bisa diterjemahkan oleh juru bahasa isyarat.

Tak lama kemudian Risma mendekati Stefan di atas panggung. “Mohon maaf, apakah saya salah?” ujar Stefan saat itu. Risma kemudian menjawab Stefan tidak salah. Mensos kemudian berargumen bahwa tujuannya memaksa penyadang tunarungu berbicara di depan umum untuk melatih kemampuan bicara.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago