Kategori: Leisure

Daun Sungkai, Tanaman Asli Indonesia Jadi Penangkal Virus Corona

Oleh: Solopos.com/Danang Nur Ihsan,

Solopos.com, SOLO -- Daun sungkai menjadi perhatian saat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo menyebut nama tanaman itu dalam rapat perkembangan penanganan Covid-19 dengan para gubernur se-Indonesia.

Ketika itu Doni mendapat informasi ada sebuah tanaman di Indonesia yang berkhasiat digunakan untuk melawan virus. Obat ini kerap digunakan nenek moyang untuk mengobati demam.

Tumbuhan itu namanya sungkai (Peronema canescens Jack). Daun sungkai, katanya, biasa digunakan untuk menangkis serangan virus.

Perhatikan Hal Ini Saat Mendekor Dinding Properti

"Tanaman ini menurut informasi banyak tumbuh di Provinsi Jambi. Apa hasilnya, tolong sampaikan ke kami secepatnya. Terima kasih Pak Gubernur," kata Doni Monardo, seperti ditirukan Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Fachrori Umar langsung memerintahkan Dinas Kehutanan untuk segera berkoordinasi dengan BPOM, Labkesda, dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi untuk meneliti manfaat daun tersebut.

Mengutip mhomecare.co.id, sungkai merupakan salah satu tumbuhan asli Kalimantan. Meski asli Kalimantan, tanaman ini juga bisa dijumpai di daerah Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, dan Jawa Barat.

Update Virus Corona Dunia: Total Pasien Sembuh Tembus 1 Juta

Sungkai banyak tumbuh di hutan sekunder pada berbagai jenis tanah. Tapi biasanya, sungkai tumbuh pada tanah yang cukup mengandung air, seperti di tepi sungai dan secara bermusiman tergenang air tawar.

Tanaman itu merupakan jenis kayu-kayuan yang bisa mencapai tinggi 20-30 meter, dengan diameter batang mencapai 60 cm atau lebih. Tinggi batang bebas cabang bisa mencapai 15 meter.

Daun muda tanaman sungkai sering digunakan sebagai obat saat anak-anak demam dan sakit kepala serta sakit gigi, asma, bahkan penyakit kulit seperti panu.

Rebusan daun mudanya juga dipercaya berkhasiat untuk memperlancar haid pada perempuan dan membantu tingkat kesuburan rahim wanita.

Jumlah Pasien RS di Sragen Anjlok 50%, Warga Takut Berobat?

Ariefa Primair Yani dkk. dalam penelitiannya berjudul Uji Potensi Daun Muda Sungkai (Peronema canescens) untuk Kesehatan (Imunitas) pada Mencit (Mus.muculus) mengatakan sungkai sering juga disebut sebagai jati sabrang, ki sabrang, kurus sungkai, atau sekai.

Pagar Hidup

Di Bengkulu, tumbuhan ini bisa dijumpai di hutan, kebun, maupun halaman. Tanaman ini bisanya digunakan sebagai pagar hidup di belakang rumah.

Tumbuhan ini oleh suku Dayak Kalimantan sampai saat ini masih kerap digunakan untuk pengobatan maupun perawatan kesehatan. Mereka bisanya menggunakan daun muda sungkai untuk obat pilek, demam, cacingan (ringworms).

Kadang daun muda tumbuhan ini juga dijadikan untuk memandikan wanita selepas bersalin. Selain itu, daun muda sungkai biasanya juga digunakan untuk obat kumur pencegah sakit gigi.

Di wilayah Sumatra Selatan dan Lampung, daun sungkai biasanya digunakan sebagai antiplasmodium dan obat demam.

Suku Serawai Bengkulu, bisanya menggunakan daun sungkai untuk obat memas. Sedangkan suku Lembak Bengkulu biasanya menggunakan daun muda sungkai untuk penurun panas, malaria, dan menjaga kesehatan.

Penelitian di Wuhan: Virus Corona Bertahan di Fasilitas Umum Berjam-jam

Kandungan dalam daun tumbuhan ini, menurut Ariefa, punya khasiat meningkatkan sistem imun tubuh. Menurut dia, untuk menurunkan panas, biasanya masyarakat menggunakannya segenggam tangan orang dewasa dengan sekali konsumsi.

Menurut Ariefa, dari hasil uji coba ke mencit menunjukkan sel darah putih (leukosit) mencit meningkat. Meningkatnya sel darah putih, kata dia, bisa digunakan tubuh untuk melawan berbagai penyakit infeksi.

Sejumlah peneliti juga sudah melakukan riset terhadap khasiat daun sungkai itu. Bahkan daun ini juga sudah dijual di beberapa toko online.

Share

Berita Terkini

Tak Perlu Menyentuh, Pengunjung The Park Mall Solo Parkir Mobil Pakai Sensor Tangan

Solopos.com, SUKOHARJO -- The Park Mall Solo di Solo Baru, Sukoharjo, menerapkan parkir mobil dengan…

9 menit lalu

Pemkab Sragen Siap Transfer 100% Dana Pilkada Sebelum 9 Juli 2020

Solopos.com, SRAGEN — Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah segera mentransfer dana pilkada ke Komisi…

14 menit lalu

Urus Paspor Kini Bisa Kolektif Loh, Ini Syaratnya

Solopos.com, JAKARTA -- Layanan pengurusan paspor kini bisa secara kolektif untuk jemput bola bagi masyarakat…

45 menit lalu

Minum Kopi Kok Kembung, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Solopos.com, JAKARTA -- Kebiasaan minum kopi belakangan kian ngetren di berbagai kalangan dengan semakin banyak…

1 jam lalu

Mencengangkan, Ternyata Ini Cerita Tiga Makam Kecil di Pertigaan Jalan di Solo

Solopos.com, SOLO -- Tiga buah makam kecil tanpa nama berada di tengah pertigaan jalan kampung…

2 jam lalu

Terdampak Pandemi, 290 ODHA di Sukoharjo Dapat Bantuan

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 290 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sukoharjo mendapat bantuan pangan untuk…

2 jam lalu