Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dapat Saran dari Mentan, Ini Cara Sukoharjo Genjot Budidaya Padi IP 400

Kepala Distankan Sukoharjo sudah bertemu dengan Mentan bersama dengan kepala Dinas Pertanian lainnya se-Soloraya di Solo pada Minggu (9/1/2022).
SHARE
Dapat Saran dari Mentan, Ini Cara Sukoharjo Genjot Budidaya Padi IP 400
SOLOPOS.COM - Acara pertemuan bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, di Solo Minggu (9/1/2022). (Istimewa-dok Bagas Windaryanto)

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo mendapatkan masukan dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, terkait potensi pertanian yang ada di Sukoharjo untuk program tahun 2022 nanti. Salah satunya Pemkab Sukoharjo diminta untuk mempersiapkan langkah mitigasi guna menggenjot program prioritas padi IP 400.

Kepala Distankan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan sudah bertemu dengan Mentan bersama dengan kepala Dinas Pertanian lainnya se-Soloraya di Solo pada Minggu (9/1/2022). Pada pertemuan tersebut dia mengatakan Mentan memaparkan sejumlah evaluasi pelaksanaan program bidang pertanian yang dijalankan pada 2021 lalu.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Khusus untuk Sukoharjo, Distankan diminta untuk terus menggenjot program budidaya IP 400 yang menjadi pilot project di kabupaten jamu tersebut.

Baca juga: Ogah Jebakan Listrik, Sukoharjo Pilih Tyto Alba untuk Basmi Hama Tikus

“Kemarin ada evaluasi dari Mentan dan stressing pada 2022 nanti. Kami diminta terus menggenjot program IP 400 mumpung kondisi faktor yang memengaruhi seperti iklim cuaca dan lainnya masih bisa terkendali,” beber dia kepada Solopos.com, Rabu (12/1/2022).

Meskipun begitu Bagas mengaku saat ini sudah merencanakan langkah mitigasi antisipasi perubahan iklim yang memengaruhi pertanian di Sukoharjo. Pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk menemukan formula terbaik dalam memaksimalkan program pertanian IP 400.

“Masukan itu karena Mentan melihat potensi yang dimiliki Sukoharjo sangat besar. Saat ini kami ada 10.000 hektare sawah yang ditanami padi jenis IP 400. Harapannya dengan langkah mitigasi yang baik dan perluasan program, Sukoharjo berpotensi menjadi yang terbesar di Indonesia. Ini tidak lepas dari peran Bupati yang dukungannya sangat besar ke Gapoktan dan pihak-pihak lainnya untuk menyukseskan program ini,” ucap dia.

Baca juga: 5 Temuan BPK Ini Soroti Penanganan Sampah di Sukoharjo



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode