Dalam 10 Hari, DPRD Solo 4 Kali Digeruduk Warga Yang Kesusahan Gegara PPKM Darurat

Dalam sepuluh hari terakhir, DPRD Solo digeruduk warga yang menyampaikan aspirasi dan keluh kesah akibat terdampak PPKM darurat.
Dalam 10 Hari, DPRD Solo 4 Kali Digeruduk Warga Yang Kesusahan Gegara PPKM Darurat
SOLOPOS.COM - Sugeng Riyanto (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Kalangan legislator DPRD Solo kebanjiran keluhan dari berbagai elemen masyarakat yang kesusahan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat dimulai 3 Juli 2021 lalu.

Mereka menyuarakan berbagai aspirasi dan keluh kesah mereka melalui wakil rakyat. Seperti yang terjadi pada Kamis siang, dua pimpinan DPRD Solo, Sugeng Riyanto dan Taufiqurrahman, menerima audiensi Komunitas Pedagang Jalanan (KPJ). “Dalam 10 hari kerja kami digeruduk empat kali oleh masyarakat,” ujar Sugeng Riyanto.

Baca Juga: Gibran Positif Corona, Penyintas Dari PDIP Solo Beri Tips Cepat Sembuh

Tingginya intensitas masyarakat Solo yang menyampaikan keluh kesah mereka menurutnya menunjukkan bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ada sisi-sisi kemanusiaan yang hilang dari kebijakan pemerintah beberapa waktu ini.

“Maka FPKS DPRD Solo konsisten menyuarakan agar Wali Kota mengalokasikan kompensasi atas pemberlakuan PPKM Darurat ini setidaknya Rp20 miliar. Setidaknya bisa sedikit mengurangi beban rakyat, utamanya pelaku UMKM,” imbuhnya.

Baca Juga: RS Darurat Covid-19 Asrama Haji Donohudan Boyolali Tinggal Tunggu Alat-Tenaga Kesehatan

Sugeng juga mengingatkan agar Pemkot Solo benar-benar mematangkan data calon penerima bantuan sosial PPKM Darurat. Jangan sampai ada warga terdampak PPKM Darurat yang tercecer tidak menerima bantuan.

Kalau perlu, lanjut Sugeng, Pemkot bisa membagi daftar calon penerima bantuan itu dengan DPRD untuk dicermati bersama.

Baca Juga: Catat Lur! Mulai Besok, Jl Adi Sucipto Solo Mulai Tugu Makuto hingga SPBU Manahan Ditutup 

Sementara itu, Ketua Komunitas Pedagang Jalanan Solo, Ari Lestyono Widayanto, menyatakan tidak menolak PPKM Darurat. Tapi KPJ Solo keberatan dengan pelaksanaan PPKM Darurat yang menutup seluruh pasar nonesensial dan menutup ruas jalan. “Kami bersedia ditertibkan asalkan kami bisa tetap membuka [berjualan] di pasar,” urainya.

Ari menegaskan penutupan jalan dan pasar telah menutup jalan rezeki pedagang. Padahal selama ini para pedagang hanya bisa mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka berharap DPRD membantu pedagang.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago