Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Dagingnya Mbleber, Mi Ayam Jumbo Bu Piyati Boyolali Enak Karena Ini

Piyati mengatakan mulai berjualan mi ayam jumbo sejak tahun 1990-an, awalnya warungnya berada di depan SMPN 3 Mojosongo.
SHARE
Dagingnya Mbleber, Mi Ayam Jumbo Bu Piyati Boyolali Enak Karena Ini
SOLOPOS.COM - Mi ayam jumbo di Warung Mie Ayam Bu Piyati, Kragilan, Mojosongo, Boyolali. (Solopos/Ni'matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI – Mi ayam jumbo yang dijual di Warung Mie Ayam Bu Piyati di sebelah selatan pintu Tol Boyolali atau tepatnya di Kragilan, Mojosongo, Boyolali, diakui pelanggan mempunyai rasa yang berbeda dibandingkan mi ayam di warung lain.

Salah satu pembeli mi ayam asal Sawit, Boyolali, Wahyu, 36, mengatakan sudah sepuluh kali makan di warung mi ayam Piyati. Wahyu pun memiliki trik sendiri untuk bisa menghabiskan mi ayam jumbo yang disajikan Piyati ini.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Saya kalau ke sini harus mengosongkan perut dulu biar habis. Mi ayamnya juga enak, beda dengan mi pada umumnya,” kata dia seusai makan mi ayam jumbo Piyati, Kamis (30/6/2022). Wahyu mengungkapkan Piyati sangat ramah sehingga membuatnya betah berkali-kali jajan di mi ayam tersebut.

“Selain itu harganya murah ya, Rp10.000 dapat porsi segunung gini. Ini sih berasa porsi tiga orang jadi satu. Sampai saya kesulitan makan karena mbleber gini dagingnya yang di pucuk,” kata Wahyu.

Pemilik warung, Piyati,menjelaskan mi yang digunakannya adalah mi buatan sendiri sehingga teksturnya berbeda dengan mi ayam pada umumnya. Dalam sehari, ia mengaku menghabiskan 25 kilogram gandum kering untuk membuat mi.

Baca juga: Porsi Segunung, Mi Ayam Jumbo Warung Dekat Pintu Tol Boyolali Rp10.000

“Jadinya sekitar 30 kilogram, itu sehari pasti habis. Saya juga enggak rugi walau ngasih harga segitu karena biaya produksi bisa ditekan,” kata dia di lapaknya, Kamis. Dia menjelaskan satu porsi mi ayam di warung miliknya tersebut mendapat porsi menggunung.

Piyati mengatakan mulai berjualan mi ayam jumbo sejak tahun 1990-an. Awalnya, warungnya berada di depan SMPN 3 Mojosongo. Kemudian, lanjut Piyati, sekitar 2010 warung tersebut pindah ke tempat saat ini.

Warga Mudal, Boyolali, itu menambahkan warung miliknya buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga habis. Namun, biasanya pukul 16.00 WIB barang dagangannya sudah habis.

Baca juga: Kisah Sukses Mahasiswa UNS Solo Jualan Mi Ayam: Untung Rp10 Juta per Bulan, Kini Sudah Punya Cabang

“Harganya Rp10.000 per porsi, satu orang beli dua porsi nanti bisa bayar untuk satu porsi asalkan habis, kalau enggak habis ya bayar dua porsi. Bahkan, kalau berani makan tiga porsi dan habis akan saya gratiskan,” kata dia.

Lebih lanjut, Piyati mengatakan pelanggan di warungnya tak hanya warga lokal Boyolali, tapi beberapa orang dari luar kota yang keluar dari pintu tol singgah hanya untuk makan di warung mi ayamnya. “Ada tadi dari Semarang baru aja, terus dari Surabaya, Jakarta, banyak sih,” kata dia.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode