Daftar Kecanggihan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Dinamai Komodo Merah

Perangkat bernama Disaster Monitoring Center (DMC) dan Disaster Montoring Terminal (DMT) telah disiapkan agar kereta cepat Jakarta-Bandung ini punya kemampuan keamanan sangat tinggi.
SHARE
Daftar Kecanggihan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Dinamai Komodo Merah
SOLOPOS.COM - Kereta cepat Jakarta-Bandung. (kcic.co.id)

Solopos.com, SOLO — Salah satu rangkaian  kereta cepat Jakarta-Bandung dinamai Komodo Merah. Kereta cepat canggih buatan China ini direncanakan beroperasi pada Juni 2023.

Ada dua set kereta cepat (high speed railways), terdiri dari EMU untuk kereta penumpang dan satu unit lainnya berupa comprehensive inspection train (CIT) atau kereta inspeksi yang tiba di Pelabuhan Nonpeti Kemas, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/9/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Unit kereta cepat ini datang setelah melewati perjalanan laut selama hampir tiga pekan dari Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, pada 5 Agustus 2022.

Kereta cepat canggih dengan kode produksi KCIC400AF itu dibuat oleh CRCC Qingdao Sifang Co Ltd. Pabrik kereta yang sudah berdiri sejak 1900 itu mendapat pesanan 11 set EMU dari PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Sebelum dikirim ke Indonesia, produk tadi sudah melewati static commisioning test dan dynamic test di pabriknya.

“Ini menjadi kabar baik untuk Indonesia dan menunjukkan kita bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya untuk sektor perkeretaapian ini,” ujar Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartiko Wirdjoatmojo, saat menyaksikan kegiatan bersejarah di Tanjung Priok itu, sebagaimana dilansir dari indonesia.go.id.

Baca Juga: Proyek 13 Terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung Telah Tersambung

Kereta cepat Jakarta-Bandung ini untuk sementara dinamai Komodo Merah dan Juni 2023 nanti akan dioperasikan melayani rute Jakarta-Bandung sejauh 142,3 kilometer dalam 68 kali perjalanan setiap harinya.

Komodo Merah sendiri siap melahap rute Jakarta-Bandung hanya dalam waktu 40 menit dengan kecepatan maksimal 350 km per jam. Kendati oleh pabriknya, jenis kereta tersebut diklaim mampu melesat hingga 420 km per jam.

Kereta cepat Jakarta-Bandung saat beroperasi nantinya, berhenti di empat stasiun yaitu Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. Berikut ini daftar spesifikasi dan kecanggihan kereta cepat Jakarta-Bandung.

7 Gerbong

Setiap rangkaian EMU terdiri dari tujuh unit gerbong (car) sepanjang total 209 meter dan mampu membawa 556 penumpang. Pengaturan tempat duduknya 3-2 dan punya empat kelas terdiri dari second class, first class, VIP class, dan dining car.

Baca Juga: Kontribusi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada Perekonomian Warga

Pada tiap kursinya tersemat motif batik Megamendung yang dibuat dengan sistem laser dan warna kursi disesuaikan dengan tipe kelas, seperti merah, biru, dan abu-abu. Kursi terbuat dari kulit atau kain suede berkualitas tinggi.

Generasi Keempat

Tipe KCIC400AF di China dikenal sebagai CR400AF yang mulai diproduksi pada Agustus 2016 dan pertama kali diluncurkan Juni 2017.

Ia merupakan generasi keempat kereta cepat atau fuxing (peremajaan), sebagai pengembangan dari generasi sebelumnya, Hexie (Harmoni). Menariknya, KCIC400AF ini menjadi ekspor kereta cepat perdana Tiongkok.

Ribuan Monitoring Performa

Kereta cepat Jakarta-Bandung ini memiliki life span lebih panjang, desain makin aerodinamis, lebih hemat energi, kabin lebih luas, minim getaran dan kedap suara, serta ada lebih dari 2.500 titik monitoring performa di kereta.

Ini sebagai bentuk kesuksesan transfer teknologi setelah delapan tahun berkolaborasi dengan raksasa teknologi kereta dunia seperti Siemens, Alstom, Bombardier Transportation, dan Kawasaki Heavy Industries pada fase Hexie.

Kereta berdesain futuristik itu di negara asalnya sejak 2017 telah dipakai melayani rute Beijing-Shanghai sejauh 1.318 km yang dapat ditempuh dalam waktu empat jam 18 menit.

Baca Juga: Target Beroperasi 2023, Ini Progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta cepat canggih ini sukses memangkas waktu normal perjalanan berkereta pada rute tersebut dari semula berkisar 10-11 jam. Oleh pembuatnya, KCIC400AF didesain khusus untuk negara beriklim tropis dengan kelembaban tinggi.

Deteksi Gempa sampai Petir

Sebuah perangkat bernama Disaster Monitoring Center (DMC) dan Disaster Montoring Terminal (DMT) telah disiapkan agar kereta cepat Jakarta-Bandung ini punya kemampuan keamanan sangat tinggi.

Ia mampu mendeteksi getaran akibat gempa, angin kencang, hujan deras, hingga sambaran petir. Puluhan sensor elektronik dipasang sepanjang lintasan dan bekerja otomatis memberikan informasi kepada DMC dan DMT perihal kondisi cuaca secara realtime dan segera dilaporkan kepada awak kereta.

Pembangkit Listrik Cadangan

Kereta cepat Jakarta-Bandung bernama Komodo Merah ini punya sebuah sistem pembangkit listrik cadangan (back up supply) ditempatkan khusus di dalam kereta dan langsung menyala otomatis dan bekerja selama 120 menit ketika listrik padam di sepanjang jalur.

Menurut Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, daya cadangan itu dapat dipakai selain untuk menggerakkan kereta, juga untuk mengoperasikan peralatan telekomunikasi, lampu penerangan, hingga ventilasi darurat.

Baca Juga: Hore! PT Inka dan BPPT Kerja Bareng Produksi Kereta Cepat

Dwiyana mengatakan pihaknya akan melakukan uji dinamis EMU kereta inspeksi dan kereta penumpang dari Tegalluar menuju Kopo pada November 2022, bertepatan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Negara G20 di Nusa Dua, Bali.

Uji dinamis ini akan disaksikan Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping. Kedua pemimpin negara juga akan mencoba kereta CIT dari DK 127 menuju Tegalluar.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode