Curhatan Kader Nasdem Semarang yang Mundur karena Anies Capres

Sejumlah kader Nasdem di Kota Semarang menyatakan mundur dari partai menyusul keputusan partai yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024.
SHARE
Curhatan Kader Nasdem Semarang yang Mundur karena Anies Capres
SOLOPOS.COM - Logo Partai Nasdem (Dok/JIBI)

Solopos.com, SEMARANG — Sejumlah kader Nasdem Kota Semarang memutuskan untuk mundur atau keluar dari partai yang dipimpin Surya Paloh itu pasca-keputusan partai yang mengusung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai capres 2024.

Salah satu kader Nasdem yang mundur, Hanandityo Narendro atau yang karib disapa Adit, mengaku pengunduran dirinya tidak sesuai prosedur. Seusai Rakernas Nasdem di Jakarta akhir Juli lalu, niatnya untuk mengundurkan diri ternyata disikapi tegas pengurus parta.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Tiba-tiba saya dikeluarkan dari semua grup WhatsApp (WA) partai. Seharusnya kan ada pengajuan surat pengunduran diri dari saya dulu,” kata Adit yang kali terakhir menjabat sebagai Sekretaris DPC Nasdem Banyumanik dan Sekretaris Garda Pemuda DPD Nasdem Kota Semarang, Selasa (4/10/2022).

Sementara itu, kader lain Nasdem Kota Semarang yang mengundurkan diri, Shafig Pahlevi Pontoh, mengaku sudah bertekad bulat meninggalkan partai yang dipimpin Surya Paloh itu. Alasannya, karena merasa sudah tidak sejalan dengan partai yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024.

“Iya benar saya mengundurkan diri dan sudah disusul kader lain. Tidak lagi sesuai hati nurani dan lebih baik mundur. Hidup harus punya prinisp, dari pada berlama-lama nanti timbul kecewa dan polemik internal partai, maka saya izin pamit,” kata pria yang menjabat sebagai Ketua DPD Garda Pemuda Nasdem Kota Semarang dan Wakil Sekretaris DPD Nasdem Kota Semarang itu.

Baca juga: Dulu Kawan, Kini Partai Gerindra jadi Lawan Anies Baswedan

Sementara itu, Ketua Bidang Media Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Jawa Tengah (Jateng), Ono Sarwono, mengatakan belum menerima kabar terkait pengunduran diri kader partai. Kendati demikian, ia mempersilakan kader yang tidak terima dengan putusan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, untuk meninggalkan partainya.

“Sebab ini politik, semua harus mematuhi apa yang sudah diputuskan. Yang mengundurkan diri harus diharga, yang tidak maka harus menyukseskan,” tegas Ono.

Ono mengaku menerima keputusan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, yang telah menunjuk Anies sebagai capres 2024. Keputusan itu diambil Surya Paloh setelah mendengar aspirasi kader dari berbagai daerah dalam rakernas.

Baca juga: Anies Jadi Capres, 2 Petinggi Nasdem Semarang Mundur

“Itu sudah sesuai rakernas. Jadi usulan dari DPC dan DPD, kemudian disampaikan ke DPW itu ada tiga nama. Kemudian dibawa ke pusat dan hak prerogatif Ketua Umum. Kami tunduk sebab itu konsekuensi yang diputuskan Ketua Umum,” jelasnya.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode